infosawit

ANJ Raih Platinum Rank ASRRAT 2021



Dok. InfoSAWIT
ANJ Raih Platinum Rank ASRRAT 2021

InfoSAWIT, JAKARTA - PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) meraih predikat 'Platinum Rank' dan 'Commendation for Four Consecutive Year Participation in ASSRAT' dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2021. Penghargaan ini diberikan dalam gelaran "Awarding Ceremony Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2021” yang diselenggarakan di Hotel Raffles Jakarta, pada 17 November 2021.

Direktur Utama ANJ, Lucas Kurniawan mengatakan, penghargaan yang diterima memperkuat capaian perusahaan di bidang laporan berkelanjutan. Sebelumnya, pada ajang ASRRAT 2020, ANJ berhasil meraih penghargaan dengan predikat “Platinum Rank” dan predikat “Gold Rank” berhasil diraih dua tahun berturut-turut pada tahun 2019 dan 2018.

"Pencapaian ini seiring dengan komitmen kami untuk mengomunikasikan kinerja keberlanjutan yang menerapkan aspek Environmental, Social, Governance (ESG), secara transparan dan akuntabel, melalui sistem pelaporan keberlanjutan  yang mengikuti Standar Global Reporting Initiative (GRI)," ujar Lucas dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, Selasa (23/11/2021).

Sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit yang memiliki komitmen tinggi terhadap perlindungan lingkungan, ANJ melakukan upaya pelestarian kawasan Nilai Konservasi Tinggi (NKT), Stok Karbon Tinggi (SKT), dan lahan gambut. Total area hutan NKT yang telah disisihkan perusahaan untuk konservasi adalah seluas 57.259,77 ha. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi hilangnya habitat alami dan menjaga keanekaragaman hayati.

“Kami terus memantau dan menilai inisiatif konservasi kami dan bekerja sama dengan para ilmuwan dan pakar lingkungan dalam merancang dan mengelola kawasan perkebunan kami sebagai kawasan konservasi keanekaragaman hayati,” katanya.

Selain itu, tutur Lucas, sebagai bisnis yang menyumbang gas rumah kaca (GRK) secara signifikan, pihaknya juga mengimplementasikan beberapa proyek pengurangan GRK, seperti program penggunaan pupuk kompos dan fertigasi untuk mengurangi penggunaan pupuk nitrogen.

“Saat ini, kami sedang menyusun road map untuk mencapai net-zero yang diharapkan dapat tercapai pada tahun 2030. Perjalanan menuju net-zero carbon telah kami mulai pada tahun 2012 dengan mulai dikembangkannya pemerangkap emisi gas metana dari limbah pabrik kelapa sawit yang kemudian kami gunakan sebagai pembangkit listrik berbasis biogas,” tandas Lucas. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit