infosawit

Harga Minyak Sawit Akan Turun Dalam 6 Bulan Kedepan



Harga Minyak Sawit Akan Turun Dalam 6 Bulan Kedepan

InfoSAWIT, JAKARTA – Diungkapkan Direktur Penelitian Perkebunan ASEAN, UOB Kay Hian, Leow Huey Chuen, bahwa produksi minyak sawit masih menjadi tantangan termasuk masalah kekurangan tenaga  kerja,  ini terutama terjadi di  Malaysia, dan akan  tetap  berlanjut  dalam  waktu  dekat. 

Namun,  dia melihat  bahwa  pasokan minyak sawit akan kembali pulih kemungkinan  baru  akan terjadi pada akhir kuartal kedua tahun 2022. “Kendala pasokan masih tetap menjadi alasan bagi kenaikan harga saat ini,” katanya dalam Webinar yang bertajuk “Kesempatan dan Tantangan Bagi Negara-Negara Penghasil Kelapa  Sawit  “  atau  Opportunities  and   Challenges   for  Palm  Oil   Producer   Countries (OCOPOP), yang dihadiri InfoSAWIT.

Sementara Thomas Mielke, Editor dan CEO Oil World, mencatat  bahwa  produksi  global  dari  empat  minyak  nabati, termasuk minyak sawit, akan meningkat ke pertumbuhan tertinggi dalam 4 tahun, pada 6,3 –6,8 juta ton.

Produksi minyak sawit dunia diperkirakan mencapai 79,4 juta ton pada 2021/22. Namun, minyak sawit telah kehilangan dinamika pertumbuhannya. Pertumbuhan rata-rata tahunan akan tertinggal dalam 5 sampai 10 tahun ke depan.

Lantas, Pimpinan dari  South East Asia, LMC International Ltd, Julian McGill, yang  percaya bahwa harga akan sedikit menurun selama enam bulan ke depan karena permintaan bahan bakar nabati (biofuel) yang juga menurun tetapi tidak secara dramatis. “Saat ini, risiko utama untuk bahan bakar nabati tetap ada. Namun, keberhasilan sistem Pajak Ekspor Indonesia, memberikan isolasi signifikan dari volatilitas,” tandas dia. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit