infosawit

Menggantang Pengembangan Industrialisasi Sawit



Dok. InfoSAWIT
Menggantang Pengembangan Industrialisasi Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Selama masa pandemi tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sekitar -2,07%. Namun demikian, selama masa pandemi juga, sektor pertanian mampu tetap tumbuh positif. Dikatakan Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Arifin Rudiyanto, struktur ekspor non migas menyumbang sekitar 95,06% dari total ekspor pada Maret 2021 lalu, dimana industri pengolahan menyumbang sejumlah 80,84%, pertanian sebanyak 2,15%.

Lebih lanjut tutur Arifin, tantangan kedepan yakni diversifikasi ekspor produk masih sangat terbatas, masih dominasi produk mentah non olahan dengan nilai tambah yang rendah, rendahnya produktivitas serta rendahnya penguasaan dan penerapan teknologi dalam proses produksi.

“Diversifikasi produk olahan sawit Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan Malaysia,” katanya dalam webinar bertajuk “Industrialisasi Sawit Nasional: Realitas Dan Tantangan”, pada akhir Juni 2021 lalu.

Lanjut Arifin, dengan adanya pandemi covid-19, maka diperlukan redesain transformasi ekonomi lantaran pertumbuhan ekonomi potensial Indonesia akan terus turun di bawah 5%, sementara tingkat produktivitas (Total Factor Productivity) akan terus menurun dan terendah di Kawasan Asia.

Sebab itu kata Arifin, tugas besar bangsa indonesia adalah melakukan transformasi ekonomi indonesia untuk mengangkat trajectory ekonomi, bukan hanya pemulihan ekonomi saja dengan menjaga daya beli masyarakat, dan menciptakan permintaan dengan peluang kerja dan kebutuhan suplai barang/jasa, juga menerapkan transformasi ekonomi, baik itu berupa merencanakan jangka pemulihan jangka menengah dan panjang, juga melakukan intervensi sisi produksi (production side), melalui total factor productivity, produktivitas modal dan produktivitas tenaga kerja.

Secara umum, terdapat 6 strategi besar dalam redesain transformasi ekonomi indonesia yang inklusif dan berkelanjutan, yakni pertama, menciptakan SDM berdaya saing, melalui sistem kesehatan, pendidikan (Sistem Pendidikandan Pendidikan Karakter), serta riset dan inovasi.

Kedua, meningkatkan produktivitas sektor ekonomi, baik itu ditingkat industrialisasi, produktivitas UMKM dan melakukan modernisasi pertanian. Ketiga, menerapkan skim ekonomi hijau, yakni ekonomi rendah karbon dan ekonomi sirkuler, baik itu blue economy atau transisi energy.

Keempat, menerapkan transformasi digital, yakni memperbaiki infrastruktur digital berupa pemanfaatan digital serta penguatan enabler. Kelima, integrasi Ekonomi Domestik (economic powerhouse), yakni mengembangkan Infrastruktur konektivitas: Superhub, Hub Laut, Hub Udara dan domestic value chain. Keenam, melakukan pemindahan IKN, yakni  sumber pertumbuhan baru dan menyeimbangkan ekonomi antar wilayah. “Keenam strategi tersebut merupakan “game changer” untuk menuju Indonesia Maju Sebelum 2045,” tutur Arifin.

Pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022, fokus pada pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Pemulihan ekonomi dilakukan dengan upaya, menciptakan produksi domestik berkelanjutan dan ketersediaan untuk mencukupi kebutuhan/permintaan pangan berkualitas dan aman, melalui, penguatan akses petani ke input produksi dan lembaga keuangan.

Lantas melakukan pengawalan dan pendampingan lapangan (secara ketat), pelatihan vokasional petani muda, penguatan stimulus pangan, melalui bantuan pangan untuk rumah tangga rawan pangan, dan penguatan fungsi rantai pasok dan penyimpanan.

Sementara untuk reformasi struktural dilakukan dengan, pembentukan korporasi petani dan nelayan, efisiensi distribusi pangan melalui penguatan konektivitas produksi (jalan usahatani) dan system logistik pangan, percepatan transformasi platform e-commerce pertanian/ rantai pasok online, pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan berbasis pertanian digital, serta pengolahan primer produksi pangan dan pertanian.

Lantas bagaimana dengan sektor kelapa sawit? Kata Arifin, sesuai roadmap sawit 2019-2045 akan menjadikan industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi bagi kesejahteraan rakyat.

Sumber: Majalah InfoSAWIT September 2021

 


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link https://t.me/info_sawit, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di link infosawit store atau berlangganan.

infosawit