infosawit

Hutan Desa di Ketapang Bukti Konservasi Berjalan



Hutan Desa di Ketapang Bukti Konservasi Berjalan

InfoSAWIT, KETAPANG - Hutan Desa Terjaga, masyarakat sejahtera. Begitulah kira-kira slogan yang dipedomani masyarakat Desa Simpang Tiga Sembelangaan dan Desa Sungai Melayu di Kabupaten Kepatang, Provinsi Kalimantan Barat, mereka siap menjaga hutan desa mereka. Hutan desa yang tadinya bekas terbakar, sekarang mulai ditumbuhi tanaman hutan endemik dan buah unggul. Masyarakat berharap ke depan dapat menjadi sentra agrowisata di Kabupaten Ketapang.

Melalui kegiatan pelatihan dan dilanjutkan dengan pengumpulan data keanekaragaman hayati hutan desa yang bekerjasama dengan PT. Bumitama Gunajaya Agro (PT. BGA), Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Sembelangaan dan Belaban Rayak telah berhasil mengidentifikasi keanekaragaman hayati hutan desanya masing-masing.

Dimana LPHD Sembelangaan tercatat mengelola hutan desa Sembelangaan seluas 4.325 Ha pada Kawasan Hutan Lindung Gunung Tarak, Desa Simpang Tiga Sembelangaan, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat untuk jangka waktu 35 tahun.

Sementara, LPHD Belaban Rayak, mengelola hutan desa Belaban seluas 3.383 Ha pada Kawasan Hutan Lindung Belaban, Desa Sungai Melayu, Kecamatan Sungai Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat untuk jangka waktu 35 tahun.

Kegiatan pelatihan dan pengumpulan data ini dilakukan agar masyarakat atau LPHD mengetahui potensi jenis keanekaragaman hayati dan nilai manfaatnya bagi Konservasi hutan desa, dan sumber pendapatan alternatif dari hasil hutan bukan kayu dan Jasa lingkungan.

Sebelumnya, kegiatan pelatihan dan pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 13-15 September 2021, bertempat di Hutan Desa Sembelangaan dan dilanjutkan pada tanggal 17-19 September 2021 di Hutan Desa Belaban Rayak. Kegiatan dilakukan dengan tetap menjaga protokol kesehatan Covid 19 dan dihadiri oleh Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ketapang Selatan, Kepala Desa, Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa, dan Tim Patroli masing-masing hutan desa.

Diungkapkan Manajer Konservasi BGA Group, Andi M. Amin, pengumpulan data keanekaragaman hayati ini merupakan kegiatan rutin bulanan yang dilakukan LPHD yang dirangkai dalam Patroli Perlindungan dan Pengamanan Hutan Desa.

“Dengan program tersebut, PT. BGA memfasilitasi transfer knowledge dengan harapan LPHD mampu dan memiliki kompetensi dalam mengidentifikasi dan mengelola keanekaragaman hayati hutan desa dan dapat memberikan nilai ekonomi, serta menjaga dan melindungi area hutan tersebut dari ancaman-ancaman yang datang seperti kebakaran hutan dan lahan, perambahan hutan, alih fungsi kawasan hutan, dan kegiatan lainnya yang dapat menimbulkan kerusakan hutan,” katanya.

Lebih lanjut, tutur Andi M. Amin, nilai keanekaragaman hayati yang diidentifikasi dari beberapa sampel plot di kedua hutan desa tersebut cukup beragam dan kualitas hutannya masih cukup baik. Jenis pohon di hutan desa sembelangaan yang ditemukan sebanyak 37 spesies dan di hutan desa belaban rayak sebanyak 57 spesies. Untuk fauna seperti burung, terdapat 40 spesies di hutan desa sembelangaan dan 14 spesies di hutan desa belaban rayak.

Merujuk data dari sampel plot tersebut, LPHD juga mampu melakukan pendugaan cadangan karbon di dalam hutan desanya masing-masing, dimana cadangan karbon hutan desa sembelangaan sebesar 132,96 tC/ha dan cadangan karbon hutan desa belaban rayak sebesar 98,08 tC/ha.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian program yang telah direncanakan dan disepakati bersama dalam perjanjian kerjasama co-management hutan desa antara PT. BGA dan LPHD Sembelangaan dan LPHD Belaban Rayak pada 2020 dan 2021,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada bulan Juni 2021 lalu juga telah dimulai dan sampai saat ini sedang berlangsung penanaman kembali (rehabilitasi) area terbuka dan bekas terbakar seluas 55 Ha di kedua hutan desa tersebut. Jenis komoditas yang ditanam selain tanaman hutan endemik setempat, juga ditanam jenis tanaman yang dapat dijual dalam skala lokal seperti buah jambu kristal, klengkeng, matoa, jengkol, petai, kemiri, pisang dan durian musangking, serta jenis komoditi skala industri nasional seperti kakao dan kopi.

Selain itu, PT. BGA juga membantu pembangunan pondok kerja untuk kegiatan operasional pengelolaan kebun komoditas di atas serta pengembangan eko-agrowisata kebun buah dan air terjun di hutan desa sembelangaan.

Sementara, melalui pendekatan pengelolaan landskap koridor ekosistem gambut Sungai Putri – TN. Gunung Palung – Hutan Lindung Gunung Tarak (hutan desa Sembelangaan), PT Bumitama Gunajaya Agro sejak tahun 2017 menginisiasi Program Bumitama Biodiversity dan Community Project (BBCP) dengan tujuan mengamankan area konservasi, mengurangi tekanan deforestasi dan mendorong kesejahteraan masyarakat sekitar area PT. GMS dan PT. DAS (BGA Grup).

Program BBCP dan Hutan Desa merupakan upaya kolaboratif bersama masyarakat untuk mengamankan dan melestarikan area konservasi dan/atau area berhutan dan tidak berhutan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, baik dengan memanfaatkan SDA yang ada atau dengan introduksi jenis tanaman baru yang bernilai ekonomi. 

Lebih lengkap baca  Majalah InfoSAWIT Edisi Oktober 2021


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link https://t.me/info_sawit, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di link infosawit store atau berlangganan.

infosawit