infosawit

Mendorong Penguatan Petani Dan Pemberdayaan Perkebunan Kelapa Sawit



Mendorong Penguatan Petani Dan Pemberdayaan Perkebunan Kelapa Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Perkebunan kelapa sawit komersil yang sudah dikembangkan lebih dari 110 tahun, memiliki banyak pertumbuhan bisnis dan kemampuan dalam menyejahterakan masyarakat. Perkebunan kelapa sawit yang biasanya berada di berbagai daerah pelosok desa, seringkali menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat desa dalam mewujudkan kesejahteraannya.

Kemampuan ekonomi masyarakat desa dapat terwujud melalui kegiatan berusaha yang dapat dilakukan masyarakat desa itu sendiri. Sebab itu, petani kelapa sawit sebagai aktor atau pelaku usaha perkebunan kelapa sawit memiliki peranan penting dalam masyarakat untuk ambil bagian dalam pemberdayaan perkebunan kelapa sawit.

Pemberdayaan masyarakat sendiri, mulai populer di Indonesia sejak tahun 1980an, dimana sektor perkebunan kelapa sawit juga mulai dikembangkan dalam bentuk Perkebunan Inti Rakyat dengan pola Transmigrasi (PIR-Trans), yang bekerjasama bersama perusahaan perkebunan sebagai perusahaan inti dengan fungsi utama sebagai Avalis (penanggung jawab) dalam kemitraan bersama petani kelapa sawit.

Kendati pemberdayaan sebagai sebuah konsep pemikiran sudah berkembang sejak tahun 1970an hingga dewasa ini. Kemunculan pemberdayaan masyarakat, hampir bersamaan dengan lahirnya aliran-aliran lain seperti eksistensialisme, phenomenologi, personalisme dan berbagai kritik sosial yang menjadi lebih dekat dengan neoMarxisme, Freudianisme, Strukturalisme dan sosiologi kritik Frakfurt School.

Merujuk kepada Widayanti (2012), konsep pemberdayaan sendiri dipandang sebagai bagian dari aliran-aliran yang muncul pada parauh abad ke-20, dimana dikenal dengan aliran post-modernisme yang menekankan sikap dan pendapat orientasinya pada anti sistem, anti struktur dan anti determinisme yang diaplikasikan pada dunia kekuasaan.

Era tahun 1980an tersebut, memang lebih dikenal pula di Indonesia sebagai program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) atau sering disebut sebagai Organisasi Non Pemerintah (Ornop). Namun konsep pemberdayaan tersebut, telah melebur menjadi satu kesatuan konsep yang universal, dimana pemberdayaan masyarakat bertujuan mengurangi tingkat kemiskinan yang diadopsi pula oleh lembaga-lembaga pemerintah.

Kendati pertumbuhan perkebunan kelapa sawit masih dibayang-banyangi oleh industri tambang dan industri kayu/pulp & paper, namun secara siginifikan industri perkebunan kelapa sawit sangat berbeda, bila dibandingkan dengan sektor industri lainnya. Pasalnya, industri kayu mengambil hasil kayu dari pohon yang ditanamnya dan industri tambang mengambil hasil tambang yang berhasil ditambangnya.

Industri perkebunan kelapa sawit bisa mendapatkan hasil panen buah (Tandan Buah Segar/TBS) dari hasil penanaman pohon kelapa sawit yang berhasil dilakukannya. Apabila tidak menanam pohon kelapa sawit, maka perusahaan perkebunan kelapa sawit, tidak bisa mendapatkan hasil apapun. Lantaran, perusahaan perkebunan memiliki orientasi utama dari usahanya untuk menanam pohon kelapa sawit.

Di sisi lain, perkebunan kelapa sawit juga melibatkan masyarakat lokal dan sekitarnya, untuk terlibat aktif sejak awal pembangunan perkebunan kelapa sawit. Sebagai mitra perusahaan perkebunan kelapa sawit, masyarakat dilibatkan sejak awal sebagai petani kelapa sawit dalam perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk mengelola lahan yang mereka miliki.

Selain itu, masyarakat lokal dan sekitarnya juga memiliki peluang besar untuk bisa bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit sebagai karyawan perusahaan. Pasalnya, perusahaan perkebunan kelapa sawit membutuhkan pula dukungan masyarakat guna melakukan operasional perusahaan yang dilakukan oleh karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit. Sebab itulah, peluang lapangan kerja dapat serta merta terbuka luas bagi masyarakat pedesaan yang jauh dari perkotaan.  

Pemberdayaan perkebunan kelapa sawit yang terbentang dari Sabang hingga Merauke ini, dapat menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat yang memiliki tugas utama mengurangi kemiskinan dan menyejahterakan kehidupan masyarakat pedesaan. Sehingga tugas Presiden Jokowi dapat terbantu melalui pemberdayaan perkebunan kelapa sawit dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Sebab itu, penguatan petani kelapa sawit dalam melakukan praktik budidaya terbaik dan berkelanjutan harus mendapatkan prioritas dan bantuan besar dalam kegiatannya. Bersamaan dengan pemberdayaan perkebunan kelapa sawit yang memiliki tugas mulia untuk menanam pohon kelapa sawit sebagai sumber kehidupan di Indonesia dan dunia. (*)

Sumber: Majalah InfoSAWIT edisi Desember 2021


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link https://t.me/info_sawit, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Atau IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.

. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di link infosawit store atau berlangganan.

infosawit