infosawit

SPKS Masifkan Pendataan dan Perkuat Kelembagaan Petani



SPKS Masifkan Pendataan dan Perkuat Kelembagaan Petani

InfoSAWIT, BOGOR -Hingga saat ini pengembangan perkebunan kelapa sawit masih terus berlangsung, seiring dengan tuntutan perlindungan lingkungan yang juga semakin menguat, menyusul adanya tudingan pengembangan perkebunan kelapa sawit yang berdampak terhadap lingkungan.

Sebab itu penerapan praktik sawit berkelanjutan menjadi salah satu solusi guna terus menuntun pengembangan perkebunan kelapa sawit supaya minim dampak. Terlebih di Indonesia pengembangan perkebunan kelapa sawit dikembangkan oleh tiga kelompok besar, yakni perusahaan perkebunan kelapa sawit swasta besar, petani dan perusahaan pelat merah.

Saat ini merujuk data Kementerian Pertanian, perkebunan kelapa sawit yang dikelola petani telah mencapai 41% dari seluruh total perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Sementara Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) mencatat dari total perkebunan kelapa sawit yang dikelola petani plasma seluas 1,3 juta ha meliputi 700 ribu petani. Sementara sebanyak 5,4 juta ha dikelola petani sawit swadaya yang mencakup 2 juta petani.

Melihat kondisi tersebut, maka penerapan praktik sawit berkelanjutan bagi petani menjadi sangat penting, utamanya bagi petani sawit swadaya. Caranya dengan melakukan pendataan, pemetaan dan penguatan kelembangaan.

Harapannya dengan penerapan praktik sawit berkelanjutan, petani sawit swadaya melalui kelembagaan Koperasi dapat memperoleh akses ke pasar nasional dan internasional serta bisa memperoleh manfaat, selain itu juga agar ada peran dan tanggung jawab semua pihak dalam industri perkebunan kelapa sawit untuk bersama secara kolaboratif mendorong pembangunan sawit berkelanjutan.

Salah satu praktik sawit berkelanjutan yang sedang didorong SPKS berlokas di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat dan Kabupaten Paser di Kalimantan Timur. Diungkapkan Manager Organisasi & Anggota SPKS, Sabarudin, fokus penguatan di Kabupaten Paser berada di 4 desa, yakni Kel. Long Ikis, Desa Krayan Bahagia, Desa Kayungo, dan Desa Atang Pait. Dengan target bakal menjangkau petani sawit swadaya sebanyaik 400 petani sawit, dimana petani diharapkan bisa menjalankan sawit berkelanjutan melalui skema Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Untuk di Kabupaten Sekadau di fokuskan pada 4 desa, yakni Desa Engkresik, Desa Setawar, Desa Sebrang Kapuas, serta Desa Ensalang. Tidak berbeda dengan di Kabupaten Paser, targetnya bakal merangkul petani sawit swadaya sekitar 400 petani sawit. (T2)

Sumber: Majalah InfoSAWIT Januari 2022

 


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link https://t.me/info_sawit, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Atau IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.

. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di link infosawit store atau berlangganan.

infosawit