infosawit

Tatkala Harga Sawit Memuncak Diawal Tahun 2022



Tatkala Harga Sawit Memuncak Diawal Tahun 2022

InfoSAWIT, JAKARTA - Baru saja memasuki awal tahun baru 2022, harga minyak nabati di dunia kian memuncak termasuk minyak sawit. Dalam laporan Malaysian Palm Oil Board (MPOB) pada  Januari 2022 lalu, kenaikan harga minyak sawit  mentah (CPO) masih berlanjut sampai mencapai harga tertinggi dalam 10 minggu terakhir diawal Januari 2022 lalu.

Kondisi tersebut  terjadi lantaran persediaan minyak sawit Desember 2021 turun. Harga minyak sawit untuk kontrak Maret 2022 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 43 atau 0,8% menjadi RM 5,069 (US$ 1,210.50) per ton harga penutupan tersebut tertinggi sejak 3 Nopember 2021 lalu.

Kenaikan harga minyak sawit tentu saja menjadi berkah bagi para pelaku sawit di Indonesia termasuk, petani kelapa sawit. Namun apakah kemudian harga minyak sawit akan terus tinggi di tahun 2022 ini?

Apalagi produksi dan kondisi penademi masih menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Dalam laporan Dewan Negara Produsen Minyak Sawit (CPOPC), untuk di Malaysia sejak dimulainya pandemi Covid-19 pada tahun 2020, pekerja asing yang berjumlah sekitar 75% dari sekitar 500.000 pekerja pemanen yang dipekerjakan di perkebunan kelapa sawit Malaysia, tidak dapat kembali karena pembatasan di pintu perbatasan.

Hasilnya dengan kekurangan pekerja sawit sekitar 5-10% maka akan ada kekurangan sekitar 15 ribu – 17 ribu pekerja di setiap titik, kondisi ini memangkas hasil produksi CPO Malaysia sebanyak 1,3 juta ton.

Pada saat bersamaan harga pupuk pun terkerek naik. Banyak petani kelapa sawit mengeluhkan tingginya harga pupuk non subsidi yang beredar di pasaran selama setahun terakhir. Tingginya harga pupuk ini telah membuat petani sawit kelimpungan untuk mengelola biaya input produksi di perkebunan kelapa sawit. Lantaran komponen pupuk mencapai 60% dari total biaya produksi.

Dengan melonjaknya harga pupuk, pada akhirnya membuat petani sawit melakukan pengurangan aplikasi pupuk guna melakukan efisiensi, sementara pelaku sawit terkendala memperoleh pupuk akibat jalur logistik yang masih tersendat akibat pandemi.

Sebab itu, Prediksi CPOPC, dampak dari pengurangan penggunaan pupuk pada tahun 2018 dan 2019 akan terlihat di tahun 2021, dimana pemulihan hasil lebih lambat dari biasanya. Sementara  produksi minyak sawit Indonesia dan Malaysia diperkirakan akan kembali tumbuh di tahun 2022.

Lantas, sejauh mana pertumbuhan produksi itu bisa mempengaruhi harga minyak sawit di tahun 2022 ini? guna mengetahui lebih jauh pembaca bisa melihatnya pada rubrik Fokus pada Majalah InfoSAWIT Edisi Februari 2022.

Lebih lanjut baca di http://store.infosawit.com/


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link https://t.me/info_sawit, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di link infosawit store atau berlangganan.

infosawit