infosawit

Petani Sawit Kian Tertekan Harga TBS Sawit yang Terpangkas



Ketum Apkasindo, Gulat Manurung
Petani Sawit Kian Tertekan Harga TBS Sawit yang Terpangkas

InfoSAWIT, JAKARTA - Semenjak 22 April 2022 lalu, harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit petani terus berfluaktif dan cenderung menurun. Bahkan diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat ME Manurung, harga TBS petani bergerak menurun ke angka terendah.

Contohnya, selama periode 23-30 April 2022 harga TBS Sawit petani terjun bebas sebanyak 58,87% untuk harga di tingkat petani sawit swadaya, sementara penurunan harga di petani plasma sekitar 25%. “Parahnya bagi provinsi yang belum  memiki Pergub Tataniaga TBS Turunan dari Permentan No. 1 Tahun 2018, harga TBS sawit nya  bisa anjlok 65% dibandingkan harga Penetapan Disbun,” katanya.

Kendati setelah Libur lebaran, sempat harga TBS sawit naik, namun tidak signifikan. Bahkan per tanggal 8 Mei, harga TBS Sawit petani secara umum hampir disemua provinsi terjadi penurunan, namun sedikit lebih baik dibandingkan sebelum lebaran.

“Harga di level petani sawit swadaya yang paling jauh penurunannya dibanding plasma paska lebaran, yaitu harga rerata di 8 Provinsi yang telah memiliki Pergub mencapai Rp 1.931/kg, sementara untuk Provinis yang belum memiliki Pergub harga TBS nya hanya dihargai Rp 1.775/kg,” ungkap Gulat kepada InfoSAWIT, belum lama ini.

Kondisi ini seolah mencerminkan semua Pabrik  Kelapa Sawit (PKS) tidak memperdulikan Permentan dan Pergub tentang penentuan harga TBS sawit, semua PKS kata Gulat, menentukan harganya sendiri-sendiri berdasarkan analisa sendiri, padahal menurut Permentan tersebut bahwa yang berhak menetapkan harga TBS Pekebun adalah Disbun Provinsi.

“Faktanya Baik Plasma dan Swadaya sama-sama terkena dampak. Ketidakpastian ini semakin dikuatkan dari Tender CPO di KPBN sejak 24 April sampai 9 Mei berakhir gagal tender (WD), tidak ada kesepakatan harga. Rata-Rata Perusahaan yang menawar CPO jauh dibawah harga yang ditawarkan KPBN. Tentu semua ini mengakibatkan harga TBS petani semakin tertekan hebat,” katanya.

Sebab itu Gulat berharap, jangan semua beban di timpakan ke petani sawit. Toh ekspor masih berjalan (kecuali yang dilarang). Olehkarenanya guna mengakhiri turbulensi ini petani sawit yang tergabung dalam Apkasindo meminta Produsen Minyak Goreng Sawit (MGS) segera memenuhi kebijakan Presiden Jokowi, supaya larangan eksport bisa segera dicabut oleh Pak Jokowi.

Memang dari data yang di ekspose oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), bahwa sejak tanggal 27 April telah disalurkan 12 juta Liter minyak goreng sawit ke masyarakat. Hasilnya harga minyak goreng sawit Curah dan harga minyak goreng sawit premium, mulai tampak turun.

“Kemelut ini memang hanya bisa dilalui jika dilakukan secara bersama-sama, Petani Sawit, Korporasi dan Pemerintah. Jangan hanya dibebankan ke kami Petani sawit,” tandas Gulat. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link https://t.me/info_sawit, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di link infosawit store atau berlangganan.

infosawit