infosawit

Melecut Skim Minyak Sawit Berkelanjutan Indonesia



Foto: Rafi Brata Alfanu/Sawitfest 2021/ Ilustrasi Kebun Sawit
Melecut Skim Minyak Sawit Berkelanjutan Indonesia

InfoSAWIT, JAKARTA - Penerapan praktik sawit berkelanjutan di Indonesia memang sudah ada semenjak dahulu, namun mulai popluer kala penerapan skim Roundtable on sustainable palm Oil (RSPO) muncul di Indonesia tahun 2004 lalu. Namun sayangnya penerapan praktik sawit berkelanjutan yang diinisiasi RSPO ini sempat mendapatkan respon yang kurang baik, lantaran ada upaya pemaksaan penerapan praktik sawit berkelanjutan yang terkesan tergesa-gesa dan menumpuk tanggungjawab hanya pada sektor hulu sawit saja.

Selain itu, pengelolaan perkebunan kelapa sawit bukan industri dengan pengelolaan lahan yang kecil. Olehkarenanya butuh waktu dan adapatasi dalam upaya penerapan praktik sawit berkelanjutan tersebut, belum lagi biaya yang muncul dari praktik tersebut. Terpenting tidak mudah untuk menyamakan persepsi dan pemikiran antara top manajemen dengan karyawan di lapangan dalam penerapan praktik sawit berkelanjutan.

Inilah yang kemudian menjadi musabab pelaku perkebunan kelapa sawit mulai muncul kesan tidak mempercayai RSPO. Sebab itu Indonesia akhirnya meracik skim praktik sawit berkelanjutannya sendiri, dimana taun 2011 lalu pemerintah Indonesia menerbitkan kebijakan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Kendati pola ini mirip dengan praktik sawit berkelanjutan sebelumnya, tetapi menjadi berbeda tatkala skim ini bersifat wajib dan mesti mematuhi aturan perundangan yang berkaitan dengan pengembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Sebelumnya penerapan ISPO, memiliki target optimis dalam setahun semua perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia -mencapai 2000-an perusahaan- bisa memperoleh sertifikat ISPO. Sayangnya rencana tersebut gagal, lantaran banyak kendala yang dihadapi dan masih adanya tumpang tindih kebijakan yang pada akhirnya berbenturan di lapangan.

Tidak itu saja, kebijakan yang berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian itu pula dinilai kurang kuat dalam menjamah instansi lainnya yang berkaitan dengan pengembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Akhirnya pada tahun 2020 kebijakan ISPO ditingkatkan derajatnya merujuk Perpres No 4 Tahun 2020 yang diperkuat dengan Permentan No 38 tahun 2020.

Rupanya kebijakan tersebut juga belum dianggap bisa menggerakan pelaku perkebunan kelapa sawit dalam memperoleh sertifikat ISPO, maka sesuai dengan roadmap sawit 2019-2045 yang hendak menjadikan industri kelapa sawit nasional berkelanjutan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi bagi kesejahteraan rakyat.

Maka pemerintah pun menerbitkan Rencana Aksi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (RAN KSB), kebijakan ini ditetapkan sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB) Tahun 2019-2024.

Kebijakan ini memiliki lima pekerjaan besar dalam upaya menuju pengembangan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan diantaranya, pertama, melakukan penguatan data, penguatan koordinasi, dan infrastruktur.

Kedua, meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pekebun, ketiga, melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan, keempat, menerapkan tata kelola perkebunan dan penanganan sengketa, serta kelima, melakukan dukungan percepatan pelaksanaan Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil/lSPO) dan meningkatkan akses pasar produk kelapa sawit.

Dari lima komponen ini dijabarkan menjadi 28 program kemudian 92 kegiatan dan hasilnya diharapkan ada 118 keluaran. Pelaksanaan kebijakan ini ditugaskan kepada 14 Kementerian/Lembaga beserta Gubernur dan bupati/walikota di 26 provinsi penghasil sawit.

Bermodal kebijakan ini harapannya penerapan praktik sawit berkelanjutan bisa berjalan lancar, dan kendala yang muncul bisa segera ditangani dengan menghadirkan solusi yang bisa melibatkan lintas Kementerian dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat di sektor sawit.

Lantas, sejauh mana kebijakan ini yang sudah selama tiga tahun ini diterapkan? Provinsi dan daerah mana saja yang telah menerapkan kebijakan tersebut? pembaca budiman bisa melihatnya pada Majalah  InfoSAWIT Edisi APRIL 2022. (T2)

Cek Store InfoSAWIT


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link https://t.me/info_sawit, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di link infosawit store atau berlangganan.

infosawit