infosawit

Membenahi Kisruh Harga Minyak Goreng Sawit



Membenahi Kisruh Harga Minyak Goreng Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Mersepon semakin meningkatnya harga minyak goreng sawit, pemerintah pada awal Januari 2022 melakukan upaya menstabilkan harga turunan minyak sawit tersebut. Apalagi harga minyak goreng sawit kemasan telah mencapai rata-rata Rp 18.492,00 per liter atau mengalami peningkatan sebesar 8,31% dibandingkan tahun lalu, pada periode yang sama.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah sepakat mengambil kebijakan menyediakan minyak goreng sawit untuk masyarakat dengan harga Rp 14.000,00 per liter di tingkat konsumen yang berlaku di seluruh Indonesia.

“Minyak goreng sawit kemasan sederhana dengan harga khusus tersebut akan disediakan sebanyak 1,2 miliar liter selama jangka waktu 6 bulan dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan,” kata Airlangga, pada press briefing kebijakan Pemerintah terkait harga minyak goreng, di Jakarta.

Sementara itu, kebutuhan biaya untuk menutup selisih harga, PPN dan biaya Surveyor sebesar Rp 3,6 Triliun yang bersumber dari anggaran Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Selisih harga yang dimaksud adalah selisih harga produksi dan distribusi dengan harga eceran/retail.

Dianggap belum juga berhasil, lantaran harga minyak goreng tidak menunjukkan tanda-tanda akan turun, yanga ada justru di sejumlah daerah menunjukkan harga minyak goreng sawit masih saja terus bertengger tinggi, mengikuti melonjaknya harga minyak sawit global.

Pemerintah pun kemudian melalui Kementerian Perdagangan, menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) untuk terus menjaga dan memenuhi ketersediaan minyak goreng sawit dengan harga terjangkau. Kebijakan ini ditetapkan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi pelaksanaan kebijakan minyak goreng satu harga yang telah berlangsung selama satu minggu terakhir, dimulai awal Februari 2022.

“Mekanisme kebijakan DMO atau kewajiban pasokan ke dalam negeri berlaku wajib untuk seluruh produsen minyak goreng sawit yang akan melakukan ekspor. Nantinya, seluruh eksportir yang akan mengekspor wajib memasok minyak goreng ke dalam negeri sebesar 20% dari volume ekspor mereka masing–masing,” jelas Muhammad Lutfi, pada konferensi pers yang dilaksanakan secara virtual, dihadiri InfoSAWIT.

Lebih lanjut Lutifi menjelaskan, kebutuhan minyak goreng sawit nasional pada 2022 adalah sebesar 5,7 juta kilo liter. Untuk kebutuhan rumah tangga diperkirakan sebesar 3,9 juta kilo liter, yang terdiri dari 1,2 juta kilo liter minyak goreng sawit kemasan premium, 231 ribu kilo liter minyak goreng sawit kemasan sederhana, dan 2,4 juta kilo liter minyak goreng sawit curah. Sedangkan, untuk kebutuhan industri adalah sebesar 1,8 juta kilo liter. (T2)

Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT Edisi Februari 2022


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link https://t.me/info_sawit, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Atau IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.

. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di link infosawit store atau berlangganan.

infosawit