infosawit

235 Bidang Penelitian Didukung BPDPKS, Hasilnya 42 Paten Sawit dan 6 Buku



Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi Riset Sawit
235 Bidang Penelitian Didukung BPDPKS, Hasilnya 42 Paten Sawit dan 6 Buku

InfoSAWIT, JAKARTA – Berkembangnya suatu industri mesti disokong oleh kegiatan riset yang mumpuni, demikian juga di sektor perkebunan kelapa sawit, riset menjadi salah satu pondasi yang perlu terus dilakukan guna menunjang pengembangan industri.

Diungkapkan, Kepala Divisi Pelayanan Badan Pengeola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDKS), Arfie Thahar menjelaskan, terdapat tujuh bidang kelompok riset yaitu budidaya, pasca panen dan pengolahan, pangan dan kesehatan, bioenergy, oleokimia dan biomaterial, lingkungan serta sosial, ekonomi, bisnis manajemen dan pasar. Kegiatan penelitian dan pengembangan sawit bertujuan meningkatkan produktivitas, sustainability, penciptaan produk atau pasar baru dan meningkatkan kesejahteran petani.

Jumlah dana riset disalurkan BPDPKS mencapai Rp 389,3 miliar kepada 235 bidang penelitian sepanjang periode 2015-2021. Riset ini meliputi 48 bidang bioenergi, 9 bidang pasca panen, 26 riset budidaya,  17 bidang pangan dan kesehatan, 37 bidang olekimia dan biomaterial, 61 bidang sosial ekonomi, dan 37 bidang lingkungan.

Arfie menuturkan program riset BPDPKS menjalin kerjasama dengan 70 Lembaga Penelitian dan Pengembangan  termasuk perguruan tinggi dan BRIN. Selain itu, ada 840 peneliti, 346 mahasiswa, 201 publikasi yang terlibat dalam riset BPDPKS.”Dari program riset ini dihasilkan 42 paten dan 6 buku,” ujar Arfie dalam Webinar “Inovasi Sawit dalam Industri Pangan”, Rabu (25/5/2022) di Jakarta.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Perkebunan, Moch. Edy Yusuf, perlu aksi bersama untuk membangun keberlanjutan hulu hingga hilir kelapa sawit sehingga terjadi harmonisasi people, planet dan profit.

“Sawit menjadi komoditas penting bagi masyarakat global karena dapat menjadi olahan produk pangan, kosmetik, sabun, hand sanitizer sampai renewable energy. Selama 24 jam kita hidup berdampingan dengan produk-produk sawit,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Dikatakan Edy, kebutuhan minyak goreng nasional sebanyak 5,7 juta kiloliter terdiri dari kebutuhan rumah tangga sebanyak 3,9 juta kiloliter.  Sementara, kebutuhan industri sebesar 1,8 juta kiloliter. ”Adanya kebutuhan minyak goreng perlu dibarengi edukasi penggunaan produk berbasis sawit aman dan kegiatan ini perlu ditingkatkan,” jelasnya. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link https://t.me/info_sawit, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di link infosawit store atau berlangganan.

infosawit