infosawit

Calon Pendaftar Beasiswa Sawit Mesti ke Kota Kabupaten, Demi Akses Internet



Calon Pendaftar Beasiswa Sawit Mesti ke Kota Kabupaten, Demi Akses Internet

InfoSAWIT, KUALASIMPANG - Puluhan remaja lulusan SMA/Sederajat, termasuk anak-anak petani kelapa sawit, di Kabupaten Aceh Tamiang berniat untuk mengikuti penyaringan beasiswa SDM Perkebunan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), setidaknya ada 7 perguruan tinggi yang membuka beasiswa tersebut, yang tersebar di Sumatera Utara, Riau, Jawa Barat hingga Yogyakarta, dengan jenjang, D1, D3, D4 hingga S1.

Namun lantaran untuk mendaftar atau mengetahui informasi detil beasiswa itu mesti melalui online tentu saja membutuhkan akses internet, para remaja tersebut akhirnya harus mencari akses internet di kota Kabupaten, lantaran untuk beberapa tempat tinggal remaja tersebut masih belum ada akses internet.

"Guna memperoleh informasi tentang apa syarat-syarat dan bagaimana cara mendaftar, atau untuk mengetahui kampus dan jurusan apa yang mereka minati, kan harus mengakses internet. Nah, di desa tempat tinggal para remaja ini tak ada akses internet. Jangankan internet, listrik pun sering byarpet alias padam," kata M Saleh kepada InfoSAWIT, Selasa (28/6/2022).

M Saleh adalah seorang petani sawit swadaya sekaligus Ketua DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Agar tetap bisa mengakses internet, pihaknya pernah mencoba meminjam fasilitas kantor kecamatan. Namun nasib yang sama dialami para remaja tersebut. "Jaringan internetnya pun sering padam," kata Shaleh.

Satu-satu solusi bagi para remaja itu adalah pergi ke Kualasimpang, ibukota Aceh Tamiang, agar bisa berselancar di internet secara cepat dan murah. Sebab, kata dia, di ibukota kabupaten fasilitas listrik dan internet jauh lebih lancar ketimbang di perkampungan.

Ia sendiri beserta pengurus Apkasindo Aceh Tamiang sering membimbing para anak petani yang ingin kuliah di kampus persawitan. Hal itu harus dilakukan karena Saleh dan pengurus Apkasindo Aceh Tamiang sadar anak-anak petani sawit tersebut minim informasi.

"Mereka itu habis sekolah langsung ke kebun sawit untuk bantuain orangtua mereka, sehingga enggak sempat memperdalam ilmu tentang teknlogi informasi atau pun tentang sawit," kata dia.

Untuk sementara ini, kata dia, sudah terkumpul 30 remaja lulusan SMA dan sederajat yang berniat kuliah di kampus sawit dengan beasiswa dari BPDPKS. Jumlah itu kemungkinan bakal bertambah karena Apkasindo terus melakukan penjaringan.

"Kemungkinan jumlahnya bisa lebih dari 30, jumlah tersebut termasuk dari remaja yang daftar sendiri tanpa bantuan kami. Enggak apa-apa, yang penting remaja-remaja itu, yang sebagian besar adalah anak petani sawit bisa berkesempatan memperoleh beasiswa dan bisa mengembangkan perkebunan kelapa sawit," kata dia.

Pihaknya menargetkan jumlah peserta beasiswa BPDPKS tahun 2022 ini bisa lebiih banyak dibanding tahun lalu yang hanya mencapai 19 orang yang didaftarkan Apkasindo Aceh Tamiang. (T5)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link https://t.me/info_sawit, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di link infosawit store atau berlangganan.

infosawit