infosawit

Kontribusi Sawit Bagi Negara Acap Terdistorsi



Kontribusi Sawit Bagi Negara Acap Terdistorsi

INFO SAWIT, JAKARTA  -Sektor agribisnis bisa dibilang sebagai sektor yang memiliki multi dimensi, khusus kelapa sawit bisa dibilang sebagai sektor yang memiliki kontribusi tinggi terhadap negara. Pula sebagai komoditas yang mampu menopang perekonomian pada masa-masa sulit di Indonesia. Saat ini Indonesia telah menjadi produsen utama minyak sawit dunia. Penghasil devisa terbesar kedua bagi negara setelah sektor migas mencapai sekitar Rp 20 miliar, dengan luas lahan sekitar 10,2 juta ha. Telah melibat sekitar 400 tenaga kerja on farm, dan sebanyak 45% dari total lahan kelapa sawit di Indonesia dikelola oleh petani plasma dan swadaya.

Sayangnya tutur Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI)Sumarjono Saragih, hingga saat ini sektor kelapa sawit acap mendapatkan serangan isu negatif, terakhir mengenai isu kebakaran hutan dan lahan.

Padahal lebih lanjut tutur Sumarjono, mesti diakui bahwa kelapa sawit telah menorehkan kisah sukses sektor agribisnis, dibanding sektor lainnya lewat berjalannya penerapan kemitraan petani dan pengusaha. Hasilnya petani sawit memperoleh manfaat dan petani tidak lagi menjadi pihak yang terabaikan atau terpinggirkan. “Kisah serupa sulit ditemui pada komoditas lainnya. Misalnya saja petani karet yang hingga saat ini terus terhimpit dengan adanya persaingan dagang, tanpa ada pendampingan, semestinya segera dicarikan solusi, bisa saja mencontoh kisah sukses inti-plasma di sektor kelapa sawit diterapkan pada komoditas lainny,” katanya kepada InfoSAWIT. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit