infosawit

PETANI JADI AKTOR PENTING KEBUN SAWIT



PETANI JADI AKTOR PENTING KEBUN SAWIT

Memang budidaya kelapa sawit masih butuh pengembangan lebih lanjut, terutama dalam melakukan praktek budidaya terbaik dan berkelanjutan. Pentingnya, praktek budidaya terbaik dan berkelanjutan bagi perkebunan kelapa sawit, tak hanya bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit semata. Petani kelapa sawit, juga membutuhkannya.

Memiliki profesi sebagai seorang petani, apalagi petani kelapa sawit, mungkin tidak menjadi cita-cita kebanyakan orang. Pasalnya, kemajuan teknologi dan informasi dewasa ini, membuka cakrawala luas bagi setiap orang untuk melihat kehidupan modern di perkotaan. Wajar, bila kehidupan petani di pedesaan menjadi kurang daya tariknya.

Sejatinya, kehidupan seorang petani, terlebih petani kelapa sawit yang berhasil, sangat menarik bila dilakoni. Sebagai ilustrasi, kehidupan seorang petani kelapa sawit yang merintis perkebunan, berawal dari lahan yang diberikan pemerintah seluas 2 hektar.

Berbekal lahan kebun seluas 2 hektar itu, seorang petani kelapa sawit mulai melakukan budidaya menanam benih unggul kelapa sawit. Pagi, siang dan bahkan malam, pekerjaan seorang petani setiap harinya, selalu mengelola lahan yang dimiliki, guna menjadi kebun sawit. Tak kenal lelah dan henti, setiap peluh yang dikeluarkannya, berjibaku dengan peralatan bercocok tanam setiap waktunya.

Di sela-sela waktu senggangnya, petani kelapa sawit masih menyisakan waktunya untuk menanam pohon sayur-mayur yang akan di nikmatinya sebagai hidangan santapan makanan sehari-harinya. Bila masih memungkinkan waktunya, maka petani kelapa sawit juga akan memelihara hewan ternak.

Siklus hidup seorang  . . .

 


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit