infosawit

Haris Rusly: KPK Harus Cepat Selidiki Dana Pungutan CPO



Haris Rusly: KPK Harus Cepat Selidiki Dana Pungutan CPO

InfoSAWIT, JAKARTA - Aktivis Petisi 28, Haris Rusly meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk cepat meyelidiki penyelewengan dana pungutan perkebunan sawit yang dipungut dari ekspor CPO. Hal ini disampaikan Haris dalam siaran pers, kamis lalu.

Menurutnya, dalam dua tahun terakhir, hampir 90% dana pungutan ekspor yang jumlahnya puluhan triliun tersebut diduga dirampok dengan menggunakan skema subsidi terhadap perusahaan industri biofuel yang melibatkan sebelas perusahaan raksasa sawit di Indonesia. "Namun, penyalahgunaan dana yang sangat merugikan petani sawit tersebut hingga kini tak diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," imbuhnya.

Ditulis RMOL, akibat dari pungutan ekspor CPO yang dijadikan dana perkebunan sawit telah banyak merugikan para petani sawit yang berakibat pada beban pungutan. Hal tersebut berdampak pada tidak optimalnya harga tandan buah segar sawit milik petani karena pabrik CPO membebani pungutan tersebut pada harga beli tandan buah segar kepada petani.

Lebih jauh Haris membeberkan, dana tersebut diduga diselewengkan untuk digunakan dalam skema subsidi industri biodiesel. Dana subsidi biodiesel sendiri selama ini tak pernah dikontrol dan sangat rawan untuk diselewengkan, di antaranya yang sedang terjadi adalah mark up produksi biodiesel bodong. "Hingga kini tidak ada sepeserpun yang dialokasikan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit untuk kepentingan dan tujuan yang digariskan oleh UU 39/2014 tentang penggunaan dana hasil pungutan ekspor CPO yang dikelola oleh BPDP Kelapa Sawit," tandas dia. (T4)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit