infosawit

Tekan Emisi Karbon di Gambut



Tekan Emisi Karbon di Gambut

InfoSAWIT, PEKANBARU - Provinsi Riau mendapat tantangan besar dalam mengembangkan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) melalui mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Pasalnya, Riau memiliki lahan gambut yang luasnya lebih dari 50 persen dari total luas area provinsi tersebut. Untuk itu, Riau didorong untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Hal itu terungkap dalam seminar bertajuk "Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Perubahan Iklim: Tantangan dan Peluang di Provinsi Riau" yang diselenggarakan Yayasan Dr. Sjahrir di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Kamis (10/8). Seminar dihadiri berbagai pemangku kepentingan mulai akademisi, perwakilan pemerintah, pelaku bisnis, lembaga swadaya masyarakat, dan media.

 

Dalam paparannya, Pembina Yayasan Dr. Sjahrir, Kartini Sjahrir menjelaskan, emisi gas rumah kaca nasional sebagian besar berasal dari pengelolaan lahan dan hutan yang belum berkelanjutan. Karena itu, pemanfaatan dan pengelolaan lahan gambut yang tepat, dipandang sebagai solusi pertumbuhan yang memerhatikan keseimbangan, baik dari sisi lingkungan dan sosial. ”Jadi upaya pertumbuhan ekonomi, dan upaya pelestarian lingkungan itu harus bisa saling mendukung,” kata Kartini, dalam keterangan tertulis.

 

Kartini Sjahrir memberikan contoh pemanfatan tanaman sagu di Riau. Selain memberi penghasilan signifikan bagi warga, Sagu dapat menjadi alat untuk mengurangi emisi karbon. Diketahui, Provinsi Riau adalah daerah penghasil sagu yang berpotensi untuk diekspor.

 

Kartini mengungkapkan, upaya lain menekan emisi karbon adalah warga perlu mengoptimalkan lahan tumpang sari, misalnya untuk nanas, kelapa, atau kelapa sawit. “Jadi lahan bisa dioptimalkan, sekaligus melakukan konservasi. Untuk itu dibutuhkan teknologi,” ujar Kartini. (T3)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit