infosawit

Harga Sawit Cenderung Melorot



Harga Sawit Cenderung Melorot

InfoSAWIT, JAKARTA – Menurut CEO Olam, Sunny Verghese, harga minyak sawit cenderung rentan terhadap penurunan akibat kenaikan produksi. “Harga minyak sawit cenderung turun ketika kuatnya peningkatan pada produksi terlihat lebih nyata,” jelas Verghese, seperti dikutip dari Bloomberg.

Lebih lanjut tutur Sunny Verghese, terdapat kemungkinan pemulihan yang cukup kuat pada produksi minyak sawit di Malaysia maupun Indonesia. Jumlah produksi Malaysia diprediksi naik menjadi 19,7 juta ton pada tahun 2017, sedangkan produksi Indonesia diperkirakan mencapai 35,2 juta ton.

“Harga juga dapat mengecil akibat dampak penjatahan dari kenaikan bea impor di India, yang merupakan pasar penting,” tambahnya.

 

India menaikkan bea impor minyak sawit mentah menjadi 15% dari 7,5%. Kenaikan pada bea impor akan memberi dampak terhadap permintaan untuk minyak sawit mentah.

 

Kenaikan tersebut bertujuan untuk membatasi impor minyak yang lebih murah, terutama dari Malaysia dan Indonesia, serta untuk mendongkrak harga domestik demi mendukung petani dan penyuling. (T3)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit