infosawit

Di Bulungan Masih ada Ganjalan Kebun Plasma



Di Bulungan Masih ada Ganjalan Kebun Plasma

InfoSAWIT, TANJUNG SELOR - Adanya kabar seorang kepala desa mundur dari jabatannya karena merasa belum merdeka, ternyata telah sampai ke telinga Bupati Bulungan, Sudjati. Seperti diberitakan Tribunkaltim.co, Kades Tanah Kuning, Sainuddin memilih mundur dari jabatannya, beberapa hari jelang HUT Kemerdekaan RI.

Menurut sang kades, desanya belum merdeka. Praktik penjajahan oleh perusahaan sawit sangat nyata terjadi di Desa Tanah Kuning. Hingga saat ini, tak ada satu pun perusahaan sawit di wilayah yang dipimpinnya, yang sudah membangun kebun plasma bagi masyarakat, sesuai ketentuan undang-undang (UU).

Parahnya, aduan yang disampaikan ke Pemkab Bulungan, sudah 3 tahun tak kunjung mendapat respon. Walhasil, perusahaan sawit semakin leluasa untuk tidak memenuhi kewajibannya seputar kebun plasma tersebut. Merasa gagal, Sainuddin memilih mundur.

 

Ketika dikonfirmasi usai menghadiri Upacara HUT ke-72 Kemerdekaan RI di lapangan Agathis, Tanjung Selor, Kamis (17/8), Bupati Bulungan Sudjati mengaku belum pernah sekalipun menerima surat, seputar aduan yang jadi alasan sang kades mengundurkan diri. "Saya sama sekali belum pernah menerima surat. Tapi ini sudah ada tim yang turun ke lapangan," katanya.

 

Beberapa waktu lalu, Sudjati memang mengaku pernah bertemu sang kades, ketika ada sebuah acara pelatihan di Makassar. Namun pembicaraan biasa-biasa saja, dan tak menyinggung seputar kebun plasma yang dipersoalkan tersebut. "Nggak ada membahas itu," kata Sudjati.

 

Dia menuturkan, masalah kebun plasma ini memang jadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus dituntaskan Pemkab Bulungan. Di kabupaten ini masih banyak perusahaan sawit yang belum membangun kebun plasma sesuai ketentuan UU yakni seluas 20 persen dari total luas kebun perusahaan.

 

Menurutnya, masalah kebun plasma ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Bulungan, tapi juga di daerah lain. Diakuinya, khusus di Desa Tanah Kuning, masalah kebun plasma ini memang cukup ngejelimet. Di antaranya, ada kasus kebun plasma yang dibangun di atas lahan yang masih bermasalah.

 

Sementara luas lahan perkebunan yang ada di Kabupaten Bulungan berdasarkan IUP seluas 271.113,48 hektare. Sementara Izin pembukaan lahan sampai dengan Triwulan I/2017 mencapai 128.289,52 hektare. Dan realisasi pembangunan kebun untuk luas tanam 79.539,34 hektare yakni, kebun inti seluas 68.384,11 hektare (85,98 persen) dan kebun plasma seluas 11.155,23 hektare (14,02 persen). (T3)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit