infosawit

Pasar CPO ke India Diprediksi Melemah, Sehingga Menekan Harga



Pasar CPO ke India Diprediksi Melemah, Sehingga Menekan Harga

InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) tergelincir dari penguatan yang dibukukannya pada perdagangan pagi ini, Jumat pekan lalu di tengah prediksi turunnya pembelian minyak sawit oleh India.

Kontrak berjangka CPO untuk November 2017, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, melemah 0,38% atau 10 poin ke posisi RM 2.648 per ton. Padahal, harga CPO sempat melanjutkan penguatannya ketika dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,11% atau 3 poin di posisi  RM 2.661/ton.

Dilansir Bloomberg, pembelian minyak sawit oleh India kemungkinan akan menurun dalam beberapa pekan mendatang setelah India menaikkan bea impornya atas minyak tropis hingga dua kali lipat.

 

India, sebagai importir minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) terbesar di dunia, menaikkkan bea masuk komoditas tersebut menjadi 15% dari sebelumnya 7,5%.

 

Selain minyak sawit, komoditas sejenis lain yang terkena peningkatan pajak impor ialah minyak kedelai. Adapun bea masuk minyak nabati lainnya masih tetap di level 12,5% untuk minyak mentah dan 20% untuk minyak nabati olahan.

 

“Pembelian minyak sawit India akan melambat dalam jangka pendek dan sejumlah pembeli dapat memilih minyak nabati lainnya seperti minyak bunga matahari dan minyak kanola,” kata Rajesh Modi, seorang pedagang di Sprint Exim, seperti dikutip dari Bloomberg. (T3)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit