infosawit

Mungkinkah Dunia Tanpa Sawit?



Mungkinkah Dunia Tanpa Sawit?

InfoSAWIT, JAKARTA - Ada pertanyaan yang perlu kita renungi bersama, mungkinkah dunia ini tanpa minyak sawit?, mari perhatikan data dari Oil World Tahun 2016, konsumsi minyak nabati dunia mencapai 177 juta juta ton dengan rerata tambahan kebutuhan konsumsi per tahun mencapai 5 juta ton. Kebutuhan konsumsi tersebut antara lain dipenuhi oleh minyak sawit sebanyak 64 juta ton, soyabean 53,15 juta ton, rapeseed 27,65 juta ton, minyak bunga matahari 15,55 juta ton, dan sisanya oleh minyak nabati lain seperti kacang, kelapa, dan zaitun.

Bahkan di Amerika dan Uni Eropa sendiri, saat ini ada lebih dari seratus jenis produk makanan dan produk-produk consumer goods non pangan seperti kosmetik, pasta gigi, deterjen, dan banyak lagi, yang berbahan baku minyak sawit. Saat ini hingga mungkin 20 tahun lagi, industri consumer goods yang berbasis di Amerika dan negara-negara Eropa Barat masih akan sangat menggantungkan keberlangsungan usahanya dengan bahan baku minyak sawit.

Dibandingkan tanaman minyak nabati lain, produktivitas sawit adalah yang tertinggi yaitu 3,5 ton minyak sawit per hektar per tahun. Dengan produktivitas yang tinggi tersebut, “hanya” dengan lahan seluas 20 juta hektar di seluruh dunia, perkebunan kelapa sawit bisa menghasilkan minyak nabati lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman pesaing. Tahun 2016, produksi minyak sawit dunia mencapai 60,5 juta ton atau menguasai pangsa pasar 29,4% dari total produksi minyak nabati dunia. Bandingkan dengan soyabean yang menguasai lahan 121,9 juta hektar, hanya menghasilkan 51 juta ton atau 24,8% dari total produksi minyak nabati dunia.

 

Untuk memenuhi pertambahan kebutuhan minyak nabati dunia setiap tahunnya, hampir seluruh perkebunan minyak nabati melakukan ekspansi lahan. Dalam kurun waktu 2012-2016, data dari Oil World mencatat, ekspansi lahan untuk perkebunan kedalai mencapai 16,29 juta hektar. Sementara itu, dalam kurun waktu yang sama, ekspansi perkebunan kelapa sawit di dunia hanya 3,1 juta hektar. Jadi, pilihannya jelas, guna memenuhi pertambahan kebutuhan konsumsi minyak nabati dunia dengan tetap menahan laju deforestasi, mengembangkan perkebunan kelapa sawit lebih baik dibandingkan dengan mengembangkan perkebunan kedelai atau tanaman minyak nabati lainnya. Dari aspek suplai atau pasokan, negara-negara konsumen minyak sawit terbesar seperti India, China, Pakistan, juga Uni Eropa, jelas tidak mungkin bisa menggantikan minyak sawit dengan minyak nabati lainnya.  (Ketum GAPKI, Joko Supriyono)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit