infosawit

INFO BPPT - BIOMASA LIGNOSELULOSA SAWIT UNTUK INDUSTRI



INFO BPPT - BIOMASA LIGNOSELULOSA SAWIT UNTUK INDUSTRI

Indonesia adalah produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan luas area perkebunan kelapa sawit saat ini mencapai  10,2 juta hektar. Dengan luasan perkebunan tersebut produksi minyak sawit (CPO) mencapai 28 juta ton.  Produksi ini sesungguhnya masih akan meningkat lagi dimasa mendatang ketika seluruh tanaman sudah mencapai kondisi tanaman menghasilkan. 

Produksi minyak yang besar tersebut belumlah seberapa yaitu sekitar 15% jika dibandingkan dengan total biomasa yang dihasilkan di kebun dan pabrik minyak sawit. Biomasa yang dihasilkan terdiri atas limbah kelapa sawit berupa tandan kosong, cangkang, serabut - ketiganya merupakan limbah dari pabrik minyak sawit, selain itu juga pelepah daun sawit dan batang pohon sawit (khususnya pada saat penanaman kembali/replanting). Limbah biomasa tersebut diatas adalah biomasa dalam kategori bahan lignoselulosa. Selain itu terdapat limbah lain berupa limbah cair dari pabrik minyak sawit atau palm oil mill effluent (POME).

Karakteristik Limbah Biomasa Lignoselulosa

Secara umum biomasa dari kelapa sawit (tandan kosong dan batang) memiliki kandungan lignin sekitar 22%, pentosan 24-25% -selulosa 36-40% yang mana dengan kandungan tersebut biomasa kelapa sawit dapat disetarakan dengan bahan lignoselulosa dari kayu tanaman lain.

Jika diperhatikan, pemanfaatan biomasa yang dihasilkan industri minyak sawit tersebut di Indonesia belumlah optimal. Penggunaan yang banyak dijumpai adalah sebagai berikut . . .


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit