infosawit

Bea Masuk Naik di India, Indonesia Harus Lakukan Lobi



Bea Masuk Naik di India, Indonesia Harus Lakukan Lobi

InfoSAWIT, JAKART  - Pemerintah India baru-baru ini menaikkan bea masuk atas CPO Indonesia hingga 100%. Negara tersebut menaikkan bea masuk komoditas tersebut menjadi 15%, dari sebelumnya 7,5%.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono, mengharapkan pemerintah segera turun tangan melobi India sebagaimana yang tengah dilakukan Malaysia.

"Saya masih komunikasi, kapan mulai berlakunya, katanya mulai Agustus ini. Malaysia juga akan kena. Malaysia itu sekarang intens melakukan lobi. Pokoknya sudah ada semacam perjanjian bilateral Malaysia-India. Itu mestinya secara posisi tawar akan lebih bagus. Harusnya Indonesia mengeksplore itu," kata Joko ditemui di Kementerian Pertanian, Jakarta, dikutip detik.com.

 

"Karena saya beberapa kali ke sana, yang disorot selalu mengenai regulasi tentang export tax. Mungkin memang Indonesia dengan India harus melakukan pembicaraan intensif kerja sama bilateral. Harus mulai dibahas. Hari ini belum ada bilateral agreement antara Indonesia dengan India, dalam hal trade belum ada. Yang ada dengan ASEAN. Itu beda kalau itu," tambahnya.

 

Lanjut dia, pengenaan tarif bea masuk yang melonjak 100% itu tentunya akan membuat harga CPO Indonesia kurang kompetitif. Selain itu, hal itu juga sebenarnya merugikan konsumen di India, karena harga produk CPO akan ikut terimbas. Apalagi, ekspor minyak sawit Indonesia ke India setiap tahun mencapai 5 juta ton. (T3)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit