infosawit

Regulasi, Keteladanan dan Aksi Cegah Kebakaran Lahan



Regulasi, Keteladanan dan Aksi Cegah Kebakaran Lahan

InfoSAWIT, PEKANBARU - Dialog Kebijakan Nasional tentang Penguatan Regulasi dan Pembelajaran Lapang untuk mengurangi kebakaran dan kabut asap berlangsung di Hotel Aryaduta Pekanbaru, pekan lalu.

Dialog ini juga dihadiri oleh CIFOR DR Dede Rohadi, Dewan Riset Nasional DR Bambang Setiadi, Dinas Kehutanan Riau Dra Yuliwiriawati Moesa MSi, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi, DPRD Bengkalis Azmi Rozali,  S. Ip,  M. Si,  DPRD Riau Ir.  Mansyur HS,  MM,  Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. Kegiatan ini merupakan kerjasama antar Pusat Studi Bencana LPPM Universitas Riau dengan Center For International Forestry Research (CIFOR).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Riau. Dimana pada dua tahun terakhir ini Provinsi Riau berhasil keluar dari bencana kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap. Hal ini berhasil atas dukungan semua pihak, dan partisipasi masyakarat Riau yang sangat besar dalam menangani karhutla.

 

"Acara ini membicarakan tiga hal yang akan disikapi bersama diantaranya Regulasi dan Pencegahan Kebakaran, Teladan dan Pembelajaran dari masyarakat dan sektor swasta, serta Aksi Bersama Negara ASEAN" ujar Bambang Setiadi yang mewakili Dewan Riset Nasional dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT.

 

Dalam dialog yang bertemakan Teladan dan Pembelajaran dari Masyarakat dan Sektor swasta, Bupati Siak, Syamsuar mengatakan, semua pihak harus mencari solusi tentang masalah lingkungan. Sementara ini masyarakat sudah mendahului menanam tanaman terutama tanaman sawit dikawasan lahan gambut. “Karena itu lah kami berpikir kedepan, apalagi di Siak disiapkan untuk industri yang berbasis agro. Demi meningkatkan perekonomian, masyarakat harus memiliki komoditi ekspor dan untuk kedepan nya diperlukan terobosan replanting ," katanya.

 

Mulai tahun 2016 yang lalu telah diprogramkan Kabupaten Siak sebagai Kabupaten Siak Hijau. Ini dalam rangka kepedulian terhadap lingkungan karena sesuai dengan tugas Pemerintah Daerah khususnya menciptakan kesejahteraan rakyat dan juga diharapkan pengelolaan terhadap Sumber Daya Alam. Selain persoalan kebakaran dan kabut asap, saat ini di kabupaten siak ada juga persoalan yang dihadapi yaitu tercemar nya air sungai siak. Dimana sungai siak ini merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat di pesisir sungai siak.

 

Wilayah-wilayah yang disiapkan di dalam konservasi tersebut dinataranya, Kecamatan Sungai Mandau,  Sungai Apit,  Dayun,  Minas dan Pusako. Ada juga beberapa tanaman pangan,perkebunan, kawasan hutan, hutan untuk industri seluas 200.000 hektar dan lahan sawit seluas 250.000 hektar.

 

Beberapa kebijakan yang akan diambil pemerintah Kabupaten Siak diantaranya mendorong zona pemanfaatan untuk pengembangan hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan ekowisata serta keikutsertaan masyarakat setempat. Lebih lanjut kata Syamsuar,  proses awal ini dilakukan atas dukungan dan masukan dari LSM yang ada di Riau.

 

Pemaparan dialog teladan dari masyarakat juga disampaikan oleh Rozi (MPA Dompas) , Edi Rusman (Ketua MPA Perigi Sumatra Selatan), Jaini (MPA Kalimantan Tengah), Agung Wiyono (Asia Pulp and Paper), Sailal Arimi (APRIL), Isnaidi Esman (Jaringan Gambut Riau), Togar Sitanggang (GAPKI), Tarsono (Bina Cinta Alam Kab Siak). (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit