infosawit

Louis Dreyfus Dan CSR Asia Selenggrakan Pertemuan Agribisnis yang Bertanggung Jawab



Louis Dreyfus Dan CSR Asia Selenggrakan Pertemuan Agribisnis yang Bertanggung Jawab

JAKARTA, Indonesia, 31 Agustus 2017 – Louis Dreyfus Company Indonesia (LDC) bersama dengan CSR Asia, menyelenggarakan sesi pertama dari rangkaian Pertemuan Meja Bundar Agribisnis yang Bertanggung Jawab CSR Asia di Jakarta hari ini.

Pertemuan ini dihadiri oleh kurang lebih 50 para profesional dibidang bisnis dan isu keberlanjutan dari lebih 30 perusahaan dan organisasi, yang mendiskusikan peluang agrobisnis lokal untuk melibatkan para petani kecil dan mengadopsi model bisnis inklusif dan model bisnis transformatif gender.

Rangkaian pertemuan meja bundar ini dikembangkan oleh CSR Asia untuk GRAISEA (Gender Transformative and Responsible Agribusiness Investments in South East Asia), sebuah program pembangunan regional yang didanai oleh Pemerintah Swedia dan dilaksanakan oleh Oxfam. Program ini bertujuan mendorong solusi yang membantu meningkatkan penghidupan produsen skala kecil melalui rantai nilai dan investasi sektor swasta yang lebih bertanggung jawab dan inklusif, serta untuk mendorong para wanita untuk memperlihatkan kepemimpinan di bidang ekonomi.

 

Dikatakan CEO LDC Indoonesia, Imran Nasrullah, pihaknya  merasa senang dan terhormat dapat bermitra dengan CSR Asia untuk memulai pelaksanaan rangkaian Pertemuan Meja Bundar Agrobisnis yang Bertanggung Jawab. “Sebagai perusahaan yang berkomitmen penuh terhadap pengoperasian bisnis yang berkelanjutan, kami mempercayai perlunya mendukung dialog industri untuk berbagi praktik terbaik, yang memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan dan mencapai tujuan mereka sendiri yang keberlanjutan serta membantu menjadikan dunia tempat yang lebih inklusif bagi semua orang,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT.

 

Sementara tutur Direktur CSR Asia Singapur, Isabelle Morin, a menambahkan, LDC telah membantu CSR Asia terhubung dengan pemangku kepentingan utama di Indonesia, mempertemukan perusahaan-perusahaan yang menyadari manfaat dari praktik bisnis yang bertanggung jawab dan inklusif. “Kami percaya bahwa keterlibatan dan kolaborasi dari berbagai pihak pemangku kepentingan sangat penting dalam memikirkan kembali pendekatan kita dengan petani, terutama petani kecil dan mendukung transformasi gender. Pertemuan ini merupakan kesempatan besar untuk mendiskusikan praktik terbaik dan solusi praktis, yang merupakan tonggak penting dalam kolaborasi kami dengan OXFAM dan Pemerintah Swedia,” katanya (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit