infosawit

DPRD Kutim Bakal Panggil Perusahaan, Lantaran Aksi Buruh Sawit



DPRD Kutim Bakal Panggil Perusahaan, Lantaran Aksi Buruh Sawit

InfoSAWIT, SANGATTA– Dalam aksi demonstrasinya, puluhan anggota Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Kutai Timur mendesak dilakukannya evaluasi perusahaan perkebunan sawit dan karet, terutama terkait sistem ketenagakerjaan.

Ketua DPC SPN Kutim, Protus Donatus, mengatakan masih ditemukan perusahaan yang tidak memberikan hak pekerja maupun buruh mengikuti aturan perundang-undangan.

 

“Sering gaji (diberi) dua bulan sekali, slip gaji tidak ada sampai gaji tidak sesuai. Belum lagi masalah BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan ada dipotong. Dampaknya sering buruh berobat dengan biaya sendiri,” kata Protus dalam orasinya di depan Gedung DPRD Kutim, Senin 4 September 2017 lalu.

 

Aksi itu sempat menyinggung salahsatu perusahaan perkebunan sawit di Desa Peridan, PT Multi Pasifik Intenasional (MPI) Peridan Estate, sehingga muncul 13 poin pernyataan sikap dari SPN Kutim agar pemerintah daerah bertindak.

 

Sementara itu dari DPRD Kutim, hadir sejumlah anggota dewan yang menemui para demonstran. Herlang Mappatittie misalnya, menyebutkan jika dirinya mendukung upaya serikat untuk menuntut keadilan.

 

Dirinya juga menegaskan bahwa DPRD Kutim siap menjadi mediator agar tuntutan buruh kali ini didengarkan perusahaan. “Perusahaan akan kami panggil. Jika tidak mau datang, bisa dipanggil paksa. Kalau tiga kali disurati gak mau, maka dipanggil paksa,” serunya dikutip kliksangatta.com. (T3)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit