infosawit

4 Peneliti IPB Buka Pandora Sejarah Kebun Sawit



4 Peneliti IPB Buka Pandora Sejarah Kebun Sawit

InfoSAWIT, BOGOR - Perkebunan kelapa sawit telah memberikan kontribusi sangat nyata terhadap pembangunan perekonomian nasional. Namun keberadaan sawit telah menuai banyak tudingan negatif dalam aspek lingkungan, sehingga menjadi polemik di ruang publik. Apabila terus dibiarkan, dikhawatirkan akan menimbulkan potensi kerugian secara sistemik terhadap perkebunan kelapa sawit Indonesia secara keseluruhan.

Untuk itulah empat orang peneliti dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (Fahutan IPB) yaitu Yanto Santosa, Arzyana Sunkar, Erniwati dan Intan Purnamasari melakukan penelitian terkait dengan sejarah perkembangan status, penggunaan lahan dan keanekaragaman hayati kebun kelapa sawit Indonesia.

 

Pengambilan data dilakukan pada Februari-April 2016 di 8 Perkebunan Sawit Besar (PSB) dan 16 Kebun Sawit Swadaya (KSS) yang termasuk ke dalam 4 Kabupaten di Provinsi Riau. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa saat izin usaha perkebunan kelapa sawit dan sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) diterbitkan, status lahan seluruh PSB sudah bukan merupakan kawasan hutan.

 

Tujuh dari delapan areal konsesi PSB berasal dari alih fungsi kawasan hutan (67.70% berasal dari HPK, 30.35% berasal dari HPT, dan 1.95% berasal dari HP). Riwayat penggunaan lahan sebelum PSB beroperasi adalah: 49.96% merupakan eks HGU perusahaan lain, 35.99% eks HPH, serta 14.04% eks ladang masyarakat. “Data ini didukung dengan adanya hasil penafsiran citra landsat areal konsesi 1 tahun sebelum PSB memperoleh izin usaha. Hasil penafsiran menunjukkan 49.96% berupa perkebunan karet, 35.99% berupa hutan sekunder, 10.7% berupa tanah terbuka, 3.03% berupa semak belukar serta 0.84% berupa pertanian lahan kering bercampur semak.

 

Sementara itu, status lahan pada KSS yang diamati (47.5 hektar), sebanyak 91.76%, status lahannya sudah bukan kawasan hutan saat areal tersebut dijadikan kebun kelapa sawit sedangkan sisanya (8.24%) masih berstatus kawasan hutan,” ujar Yanto dalam keterangan resmi. (T3)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit