infosawit

GAR Mengkonservasi Sekitar 72 Ribu Hektare



GAR Mengkonservasi Sekitar 72 Ribu Hektare

InfoSAWIT, JAKARTA - Sebagai perusahaan yang telah hadir semenjak 1999, Golden Agri-Resources Ltd., (GAR) menjadi perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar yang beroperasi di Indonesia. Sampai akhir tahun 2016 lalu, GAR mengelola lahan perkebunan kelapa sawit seluas 488 ribu hektare dengan sebanyak 169  perkebunan atau sekitar 4% dari total area perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Total perkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh petani plasma mencapai 21% dari total area milik perusahaan atau sebanyak 102.255 hektare.

Hingga saat ini GAR telah memiliki 45 pabrik kelapa sawit (PKS), atau hanya memasok sekitar 45% untuk kebutuhan produksi produk olahan kelapa sawit perusahaan. Sisanya diperoleh dari pemasok pihak ketiga yang mencapai sekitar 429 pemasok minyak kelapa sawit di seluruh Indonesia.

 

Sebagai upaya untuk menghasilkan produk yang ramah lingkungan, perusahaan telah sepakat untuk menerapkan empat komitmen guna tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Keempat komitmen itu adalah manajemen lingkungan, sosial dan partisipasi masyarakat, praktik tenaga kerja yang berkelanjutan, dan  pasar serta rantai pasok. “Komitmen ini datang dari menajamen tertinggi perusahaan,” tutur Managing Director of Sustainability and Strategic Stakeholder Engagement, Golden Agri-Resources, Agus Purnomo.

 

Komitmen pertama terkait manajemen lingkungan: GAR  telah mengadopsi Forest Conservation Policy pada Januari 2011 lalu, yakni, mendorong perusahaan untuk tidak lagi melakukan pengembangan kelapa sawit pada lahan yang memiliki nilai keragaman hayati tinggi (High Conservation Value/HCV) dan areal berstok karbon tinggi (High Carbon Stock/HCS). Perusahaan tidak lagi membangun di lahan gambut, perusahaan melakukan konservasi, serta pengelolaan di lahan gambut berapapun kedalamannya. Perusahaan melestarikan, serta melindungi satwa langka, terancam dan hampir punah.

 

Merujuk informasi dari perusahaan, GAR telah mengkonservasi lahan seluas 72 ribu hektare, atau hampir seluas negara Singapura. Lahan konservasi ini ialah lahan yang terindikasi memiliki nilai konservasi tinggi atau seluas 53.248 hektare, dan areal berkarbon stok tinggi sejumlah 18.846 hektare.

 

Lahan-lahan yang terindikasi HCV dan HCS dijaga dan dipelihara dengan melakukan konsultasi intensif dengan masyarakat. Kegiatan penjagaan dan pemeliharaan itu diawali dengan menerapkan pemetaan partisipatif untuk memastikan kepemilikan lahan masyarakat agar terlindungi. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit