infosawit

Indonesia – India Bahas Tarif Impor CPO



Indonesia – India Bahas Tarif Impor CPO

InfoSAWIT, NEW DELHI – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita bersama Menteri Perdagangan dan Industri India, Suresh Prabu membahas tarif CPO dan peluang kerja sama di bidang farmasi pada Senin, 25 September 2017 di New Delhi, India. Kedua Menteri bertemu dalam forum pertemuan tingkat Menteri Perdagangan, yaitu Indonesia-India Biennial Trade Ministers’ Forum (BTMF) ke-2. Mendag Enggar dan Menteri Suresh juga membahas langkah-langkah peningkatan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi.

“Pertemuan kedua Menteri sangat strategis karena India dan Indonesia merupakan dua negara yang memiliki hubungan sejarah, ekonomi, dan sosial yang sangat dekat, dan kedua Kepala Negara memiliki komitmen untuk meningkatkan hubungan di segala bidang termasuk di bidang perdagangan dan investasi,” ujar Enggartiasto.

Fokus dari BTMF adalah membahas isu-isu perdagangan bilateral, menindaklanjuti hasil BTMF pertama, dan menindaklanjuti hasil pertemuan kedua Kepala Negara pada Desember 2016 lalu. Indonesia dan India melakukan BTMF terakhir 6 tahun lalu, yaitu pada 4 Oktober 2011 di Jakarta.

“Indonesia mengangkat isu peningkatan bea masuk CPO dari 7,5% menjadi 15% dan turunannya (olein) dari 15% menjadi 25%, sehingga menyebabkan penurunan daya saing produk andalan ekspor Indonesia ke India. Selain itu kami juga mengangkat isu produk lain seperti pinang, kopi, karet, dan minyak atsiri yang juga dikenai tarif tinggi padahal produk tersebut diperlukan untuk industri dalam negeri India. India sudah menerima keluhan Indonesia, dan siap membahas hal ini lebih lanjut dalam pertemuan RCEP berikutnya,” kata Enggartiasto dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT.

Sebelum pertemuan tingkat Menteri, terlebih dahulu digelar Pertemuan Tingkat Pejabat Senior (Senior Officials Meeting). Dalam pertemuan tersebut, Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo dan Delegasi India dipimpin oleh Joint Secretary, Department of Commerce and Industry, Ministry of Commerce and Industry of India Shri Rajneesh.

Di sela-sela rangkaian kegiatan BTMF, Mendag Enggar melakukan pertemuan roundtable. Pertemuan tersebut melibatkan para importir India dan kalangan bisnis Indonesia yang bergerak di industri kelapa sawit dan kopi. Salah satu topik pembahasan adalah potensi peningkatan perdagangan kelapa sawit, serta peningkatan perdagangan kopi olahan dan kopi spesial yang saat ini mulai berkembang di India.

Sekadar infromasi, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016 menyebutkan nilai total perdagangan kedua negara pada mencapai US$12,9 miliar. Neraca perdagangan Indonesia-India tahun 2016 surplus bagi Indonesia sebesar US$7,2 miliar.

Ekspor Indonesia ke India pada periode Januari-Juni 2017 tercatat sebesar US$6,9 miliar atau naik 51,22% dari periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai US$4,5 miliar. Sementara itu, impor Indonesia dari India pada periode Januari-Juni 2017 mencapai nilai US$1,9 miliar atau naik 49,10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$1,3 miliar.

Komoditas ekspor andalan Indonesia ke India tahun 2016 adalah minyak kelapa sawit dan turunannya, batu bara, bijih tembaga, karet alam, dan Industrial Monocarboxylic Fatty Acids. Komoditas impor utama Indonesia dari India pada tahun 2016 adalah Cyclic Hydrocarbons, kacang tanah, daging binatang jenis lembu beku, produk canai lantaian dari baja stainless dengan lebar 600 mm atau lebih, dan bahan pewarna organik sintetis. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit