infosawit

SPKS & FPPD Lakukan Pelatihan BUMDesa Bersama untuk Mewujudkan Desa Sawit Lestari



SPKS & FPPD Lakukan Pelatihan BUMDesa Bersama untuk Mewujudkan Desa Sawit Lestari

InfoSAWIT, PELALAWAN - Kabupaten Pelalawan, Riau, Serikat Petani kelapa Sawit (SPKS) Bersama Forum Pengembangan Pembaharuan Desa (FPPD) selama dua hari di Kabupaten Pelalawan dilakukan pelatihan BUMDesa bersama. Kegiatan pelatihan BUMDesa diikuti oleh 4 desa, diantaranya Desa Kiap Jaya, Desa Muda Setia, Desa Simpang Beringin dan Desa Lubuk Ogung, yang semuanya ada di Kecamatan Bandar Seikijang Kabupaten Pelalawan, Riau.  

“Kegiatan ini berupa pelatihan yang memberi pengetahuan mengenai pentingnya BUMDesa Bersama sebagai lembaga ekonomi di desa yang menjadi salah satu mandat UU Desa, serta lembaga ekonomi yang bisa berkontribusi langsung kepada desa serta penguatan ekonomi masyarakat,” kata peneliti FPPD, Syaharul dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Lebih lanjut tutur Syaharul peneliti FPPD mengatakan, kegiatan pelatihan BUMDesa bersama ini merupakan kelanjutan dari tahun 2016 yang lalu, dimana saat itu Serikat Petani kelapa Sawit (SPKS) Bersama Forum Pengembangan Pembaharuan Desa (FPPD)  menjelaskan, ada beberapa faktor mengapa sektor perkebunan sawit tidak memberi kontribusi langsung bagi kualitas hidup masyarakat.

Pertama, perkebunan sawit tidak terintegrasi ke dalam tata kelola desa, perkebunan sawit skala besar tidak bersentuhan dengan tata kelola di desa, sehingga pertumbuhannya hanya berdampak terbatas kepada pihak-pihak yang mengusahakannya.

Kedua, sektor sawit menumbuhkan budaya dan perilaku baru yang membuat warga sangat tergantung kepada sawit. Akibatnya pemenuhan kebutuhan hidup yang sebelumnya dipasok melalui sistim multi-kultur kemudian berubah ke pola mono-kultur dan tergantung pada tingginya biaya sarana produksi karena sistim monokultur harus menggunakan pola input luar tinggi, terutama untuk kebutuhan dasar sampai tersier. Ketiga, terjadi gap akibat perubahan gelagat perdagangan sawit global dengan orientasi perkebunan sawit di Indonesia. Kondisi ini meletakkan petani sawit di posisi dengan daya tawar tidak memadai karena tuntutan pasar yang bertumpu pada kulitas produk menjadi beban bagi petani mandiri yang sehari-hari pola produksinya baru pada standar pemenuhan ekonomi keluarga.

Tutur Syaharul, untuk memberikan solusi dari permasalahan tersebut, SPKS dan FPPD merekomendasikan adanya Desa Sawit Berkelanjutan. Gagasan ini bisa diwujudkana melalui jalan mengintegrasikan kegiatan perkebunan sawit ke dalam tata kelola desa (mendesakan sawit). Gagasan ini sesuai dengan semangat UU Desa terutama dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Melalui program ini FPPD dan SPKS bermaksud menindaklanjuti rekomendasi tersebut melalui upaya merintis Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesa Bersama) di Kabupaten Pelalawan.

Sementara dikatakan Ketua SPKS , Mansuetus Darto, inisiasi BUMDesa Bersama kami anggap sebagai jalan yang sangat memadai untuk mengatasi keterputusan relasi antara perkebunan dengan desa. Selain itu dengan BUMDesa Bersama merupakan jalan tepat untuk mengonsolidasikan potensi dan aset beberapa desa sampai pada derajat kelayakan usaha di sektor perkebunan sawit karena BUMDesa Bersama konsolidasi aset memberi keleluasaan mendirikan unit usaha dengan skala kelayakan usaha dan bisa berdampak lebih luas terhadap desa dan masyarakatnya.

Lebih lanjut tutur Darto,  BUMDesa Bersama juga penting dipahami sebagai langkan memperkuat konsolidasi warga, dalam konteks petani mandiri untuk berserikat dan memperjuangkan kepentingannya di sektor perkebunan sawit. BUMDesa Bersama juga menjadi jalan untuk mewujudkan sarana produksi secara mandiri guna menjamin terjadinya transformasi pada perkebunan sawit misalnya selama ini dari penjual bahan mentah menjadi produsen bahan setengah jadi nantinya.

“Kami berharap juga di Pelatihan ini akan menghasilkan komitmen bersama untuk memulai proses inisiasi pendirian BUMDesa Bersama sebagai rencana tindak lanjut,” tandas Darto. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit