infosawit

Kendala Pembiayaan, Hambat Progress Peremajaan Sawit Rakyat



Kendala Pembiayaan, Hambat Progress Peremajaan Sawit Rakyat

InfoSAWIT, MEDAN - Bengkulu, Rendahnya produktivitas sawit rakyat disebabkan kegiatan peremajaan tanaman tua mengalami keterlambatan. Hal ini disampaikan Direktur Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Hasril Hasan Siregar dalam acara Indonesian Palm Oil Stakeholder (IPOS) Forum di Medan belum lama ini.

Hasril menjelaskan bahwa usia tanaman sawit di perkebunan rakyat di atas usia 25 tahun yang mengakibatkan produktivitas rendah. Saat ini terdapat sekitar 800 ribu hektare lahan sawit rakyat yang terlambat diremajakan.

Rata-rata produktivitas sawit perkebunan rakyat secara nasional sebanyak 2,8 ton CPO per hektare per tahun atau 14 ton TBS per hektare per tahun. Jumlah ini lebih rendah dari perkebunan negara dan swasta memiliki produktivitas 4,5-5,5 ton CPO per hektare per tahun.

"Keterlambatan replanting akibat tidak optimalnya pembiayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang tertunda lebih dari satu tahun," jelas Hasril kutip industry.co.id.

Bulan lalu, BPDP-KS merencanakan penyaluran dana replanting kepada empat koperasi petani di Sumatera Selatan. Dana akan disalurkan secara bertahap dimulai dari Sumatra Selatan yang berlanjut ke Sumatra Utara, Riau dan Kalimantan Barat.

Seperti diketahui, pemerintah menargetkan lahan sawit rakyat yang di-replanting sebanyak 20.780 hektare secara nasional . "Harusnya bisa 100 hektare atau 200 hektare yang diremajakan, namun sejumlah problema mesti diatasi terlebih dahulu," tandas dia. (T3)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit