infosawit

Berharap Tak Seperti Dahulu



Ketua Koperasi Sandika Dwibakti, Suminto
Berharap Tak Seperti Dahulu

InfoSAWIT, SENGKAHARAK - Paska ditinggal perusahaan mitra sebelumnya, Benua Indah Group (BIG) tahun 2008 lalu, tutur Ketua Koperasi Sandika Dwibakti, Suminto (48), petani plasma sawit di Desa Sengkaharak, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, terbengkalai.

Bahkan kata pria asal asal Lamongan, Jawa Timur itu, masih ada beberapa setifikat hak milik masyarakat yang ditahan perbankan lantaran belum melunasi kredit yang telah disepakati.

Dari 7 hamparan, sekitar 5% nya masih ditahan pihak perbankan. “Pelunasan kredit tidak serempak lantaran tergantung dari produktivitas masing-masing kebun yang dikelola petani, bagi yang rajin maka pelunasan kredit bisa lebih cepat, nah bagi yang belum mendapatkan sertifkat mesti melunasi sisa kreditnya terlebih dahulu,” katanya kepada InfoSAWIT, di Desa Sengkaharak belum lama ini.

Delapan tahun petani plasma sawit di Desa Sengkaharak tutur Suminto, mengalami kondisi yang tidak menentu, apalagi akhir-akhir ini kebun sawit milik petani tidak lagi berproduksi seperti dulu, lantaran tahun tanam kebun milik petani periode 1992/1993, berarti harus segera di remajakan (replanting).

Untungnya di 2015 lalu Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group menang lelang atas aset BIG, sehingga kini petani plasma memiliki harapan untuk bisa memiliki penghidupan lebih baik.

Kini geliat ekonomi pun mulai nampak, tutur Suminto, sebagian masyarakat di Desa Sengkaharak telah menjadi karyawan di BGA. “Sekitar 30 sampa 40 orang jadi karyawan peremajaan kebun,” katanya.

Dengan kegiatan peremajaan kebun sawit milik petani tersebut, Suminto berharap, bisa lebih memberdayakan masyarakat setempat, sehingga ada perbaikan ekonomi. Tidak lagi seperti sebelumnya yang tidak ada kepastian pendapatan. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit