infosawit

Harga Masih Melandai Diperkirakan Kinerja Astra Agro Stagnan



Harga Masih Melandai Diperkirakan Kinerja Astra Agro Stagnan

InfoSAWIT, JAKARTA – Masih adanya ekspektasi kenaikan permintaan bersamaan dengan tren peningkatan volume produksi minyak sawit (crude palm oil/ CPO) global akan membuat harga jual cenderung turun tahun depan. Fenomena ini berpeluang membuat tingkat keuntungan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) belum bisa optimal tahun depan.

Berdasarkan perkiraan Oilwords terungkap bahwa konsumsi minyak sawit dunia bakal tumbuh sekitar 5% menjadi 66,9 juta ton tahun depan. Sedangkan volume produksi CPO dunia diperkirakan naik sekitar 4,3% menjadi 68,8 juta ton. Hal ini akan mengakibatkan kenaikan rasio suplai CPO dunia dari target 166% tahun ini menjadi 18,5% tahun depan.

Dikutip beritasatu.comatas dasar perkiraan tersebut, tim Danareksa Sekuritas memperkirakan rata-rata harga jual CPO tahun 2018 akan turun menjadi RM 2.700 per ton, dibandingkan perkiraan tahun ini sekitar RM 2.800. Asumsi tersebut bakal membuat tingkat pertumbuhan kinerja keuangan Astra Agro diperkirakan cenderung stagnan tahun depan.

 Analis Danareksa Sekurtias Yudha Gautama mengatakan, emiten sektor perkebunan menghadapi kondisi yang berbeda tahun depan. Kondisi tersebut adalah terjadi tren kenaikan permintaan CPO dari Indoa dan Tiongkok tahun depan. Namun secara bersamaan, sektor perkebunan kelapa sawit juga menghadapi peluang kenaikan volume produksi tahun depan, seiring pulihnya tingkat rata-rata panenan perkebunan berdasarkan luas lahan. (T3)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit