infosawit

Semester I-2017, Produksi TBS ANJ Naik 4,2%



Semester I-2017, Produksi TBS ANJ Naik 4,2%

InfoSAWIT, JAKARTA - Sampai semester I tahun 2017, kinerja produksi perkebunan kelapa sawit milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) tercatat kinclong karena iklim mulai bersahabat dan produksi tandan buah segar (TBS) perseroan naik 4,2%.

Merujuk laporan PT Austindo Nusantara Jaya (ANJ) Tbk., perusahaan mengakhiri semester pertama tahun 2017 (1H17) dengan kenaikan produksi TBS sekitar 4,2% menjadi 295.234 ton, dibandingkan pada semester pertama tahun 2016 lalu yang hanya mencapai 283.426 ton.

Hal ini didorong adanya lonjakan produksi dari perkebunan kelapa sawit yang dikelola di wilayah Kalimantan Barat. Ada peningkatan sekitar 90%, dan pemulihan signifikan pada perkebunan yang berlokasi di Pulau Belitung dari dampak negatif El Nino pada tahun 2015 yang menyebabkan penurunan produksi pada tahun 2016.

Tetapi perkebunan kelapa sawit yang ada di Sumatera Utara I mengalami penurunan produksi TBS sebanyak 54,2% akibat dari dampak negatif kekeringan panjang yang terjadi pada pertengahan tahun 2016.

Sejalan dengan peningkatan jumlah produksi TBS, produksi minyak kelapa sawit mentah (rude palm oil/CPO) dan inti sawit (palm kernel/PK) juga naik sebanyak 11,8% menjadi sekitar 104.594 ton, dibandingkan produksi CPO dan Kernel pada tahun 2016 yang hanya sekitar 92.225 ton pada periode yang sama.

Perseroan juga mencatat kenaikan volume penjualan CPO sebesar 19,0% menjadi 86.500 ton pada 1H17 dibandingkan 72.700 ton di periode yang sama tahun lalu. Kendati demikian penjualan PK mengalami sedikit penurunan, dari 17.788 ton di 1H16 menjadi 16.449 ton di 1H17.

Selama semester pertama tahun 2017, perseroan menjual CPO dan PK dengan harga jual rata-rata masing-masing sebesar US$ 634/ton dan US$ 505/ton, atau lebih tinggi dari harga jual rata-rata pada 1H16, dengan masing-masing sebesar US$ 561/ton dan US$ 443/ton.

Sebagai hasilnya, pendapatan dari penjualan meningkat sebesar 29,6% menjadi US$ 63,1 juta di 1H17 dibandingkan US$ 48,7 juta di periode yang sama tahun lalu, sejalan dengan peningkatan volume produksi dan penjualan secara keseluruhan, serta harga jual rata-rata yang lebih tinggi.

Merujuk catatan pihak ANJT, sebanyak 93,2% dari total pendapatan perseroan atau sebanyak US$ 63,1 juta berasal dari penjualan CPO dan PK, atau meningkat dari US$ 48,7 juta.

Sementara sektor industri energi terbarukan telah menyumbang sekitar US$ 3,2 juta di 1H17, dan sama dengan pencapaian pada 1H16. “Sementara itu, kami tetap melanjutkan strategi kami untuk keluar dari bisnis tembakau dan beralih ke produk tanaman yang bernilai lebih tinggi, seperti pengembangan edamame,” catat pihak ANJ. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit