infosawit

ISPO Jawaban Isu Negatif



ISPO Jawaban Isu Negatif

InfoSAWIT, PONTIANAK - Pengurus Cabang Gabungan Perusahan Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Barat (Kalbar), Idwar Hanis mengatakan, sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) akan mampu menjawab isu negatif yang kencang disuarakan, baik dari lokal maupun internasional terhadap komoditas sawit Indonesia.

"Saat ini kita masih mendapatkan berbagai tantangan dan kendala yang dinamis dan kompleks dalam mengelola sawit, baik dari sisi hulu maupun hilir," ujarnya saat seminar nasional perkebunan sawit penggerak ekonomi daerah dengan tema ‘Percepatan Sertifikasi ISPO’ di Pontianak, Kamis.

Idwar mencontohkan, isu negatif tersebut seperti isu lingkungan, hak asasi manusia, ketenagakerjaan, bea masuk ekspor yang tinggi dan lainnya.

"Kembali untuk menjawab itu semua, perusahaan harus mendapatkan ISPO. Apalagi memang, ISPO ini merupakan piranti hukum yang sudah diwajibakan oleh pemerintah," kata dia seperti ditulis Antara.

Pada sisi lain, kata Idwar, kabar baiknya adalah dalam 10 tahun terakhir perkebunan sawit terus berkembang pesat di Kalbar. Saat ini total luas tanam sawit sudah mencapai 1,4 juta hektare. Dari total tersebut 250 hektarenya adalah perkebunan mitra dari perusahaan.

"Perkembangan pesat tersebut menunjukan, iklim investasi di Kalbar sudah sangat baik. Itu tentu tidak terlepas dari komitmen pemerintah daerah. Kami sudah selayaknya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan berkomitmen terus menjaga kondisi iklim investasi," kata dia.

Membangun iklim investasi dan perkebunan yang berkelanjutan hendaknya memiliki standar sertifikasi ISPO.

"Saat ini dari 400 perusahaan sawit di Kalbar, baru 18 perusahaanmendapatkan ISPO. Itu tentu menjadi perhatian kita dan kita dorong juga oleh teman - teman mengurus sertifikasi ISPO tersebut," kata dia. (T3)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit