infosawit

Menang Hasil Lelang, Grup BGA Terganjal Tumpang Tindih Izin Lahan



Menang Hasil Lelang, Grup BGA Terganjal Tumpang Tindih Izin Lahan

InfoSAWIT, JAKARTA - Benua Indah Grup (BIG) merupakan grup perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan, pertambangan dan kehutanan. Di sektor perkebunan, korporasi BIG mulai bekerja membangun perkebunan kelapa sawit sejak tahun 1992. Pembangunan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Barat itu, dibangun berlandaskan pola PIR-Trans.

PIR-Trans merupakan pola pembangunan perkebunan kelapa sawit yang dicanangkan Pemerintah Pusat dalam membangun perkebunan di daerah pelosok. Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, korporasi BIG pada awalnya, membangun perkebunan inti sekitar 4 ribu hektar dan perkebunan rakyat seluas 17 ribu hektar.

Besarnya luasan petani plasma korporasi BIG, menjadi bagian dari visi korporasi, yang bertekad membangun perkebunan kelapa sawit seluas 21.954 hektar di Provinsi Kalimantan Barat yang berlokasi di Kecamatan Nanga Tayap, Marau, Kabupaten Ketapang, yang melibatkan sekitar 21 desa.

Namun, sejak pemilik korporasi BIG, Budiono Tan sering mengalami persoalan hukum, maka kondisi perusahaan seringkali mengalami masalah. Dari cara pembangunan, hingga perawatan kebun yang kurang baik, telah menyebabkan keberadaan kebun sawit sangat tidak produktif. Akibatnya, hasil panen yang di dapat sangat sedikit, sehingga selalu mengalami defisit keuangan.

Seiring berjalannya waktu, korporasi BIG juga mengalami persoalan finansial dengan perbankan. Dimana, kredit bermasalah korporasi BIG terhadap Bank Mandiri (dulu Bapindo) mengalami kemacetan pembayaran, sehingga berakhir dengan penyitaan. Paska penyitaan, lalu dilakukan lelang oleh Bank Mandiri dan Pengadilan Negeri kepada publik.

Bulan Mei 2015 silam, PT Inti Sawit Lestari, perusahaan dari Grup BGA berhasil sebagai pemenang lelang. Sehingga secara hukum, Grup BGA menjadi pemilik sah dari aset korporasi BIG yang telah dilelang melalui Pengadilan Negeri (PN). Namun, kondisi paska pengumuman hasil lelang, korporasi Grup BGA, tidak dapat mengelola secara penuh aset yang telah dibelinya.

Kendati perizinan HGU ex BIG sudah di kantonginya, dimana secara hukum, telah menjadikan Grup BGA sebagai pemilik sah yang mewiliki wewenang penuh meneruskan pembangunan perkebunan kelapa sawit. Nyatanya, pembangunan kebun sawit eks BIG masih saja terbentur persoalan tumpang tindih perizinan yang kian semerawut. (T1)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit