infosawit

PT ANJ Tbk Sisihkan 26% Dari HGU Untuk Areal Konservasi



Dari Kiri: Direktur Utama PT ANJ Tbk., Istini Siddharta, Direktur Operasional PT ANJ Tbk., Geetha Govindan dan Group Head of Corporate Communications PT ANJ Tbk., Nunik Maharani.
PT ANJ Tbk Sisihkan 26% Dari HGU Untuk Areal Konservasi

InfoSAWIT, JAKARTA  - Sebagai  salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit nasional, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk  (ANJ) telah menerapkan pengembangan usaha dengan mengedepankan aspek material yang sangat penting yakni Aspek Lingkungan, Komunitas Lokal dan Lacak Balik.

Dikatakan Group Head of Corporate Communications PT ANJ Tbk., Nunik Maharani, dengan memegang ketiga aspek penting tersebut pihaknya mencoba untuk mengembangkan usaha dengan menerapkan praktik ramah lingkungan, ini terbukti dari komitmen perusahaan dalam menerapkan budidaya kelapa sawit berkelanjutan.

Misalnya dari 4 lokasi usaha perkebunan kelapa sawit yang dimiliki, tiga diantaranya telah memperoleh sertfikat berkelanjutan, baik versi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), International Sustainability & Carbon Certification (ISCC), Proper dan ISO 14001. “Hanya perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Kalimantan masih dalam proses,” katanya dalam Media Gathering di Jakarta.

Lebih lanjut kata Nunik, semua itu bisa terwujud lantaran perusahaan menerapkan pendekatan keberlanjutan PT ANJ Tbk., yang diformulasikan melalui pengembangan yang bertanggung jawab, seperti berkembang bersama dengan komunitas sebagai mitra yang setara, menjaga keseimbangan perlindungan lingkungan, pembangunan ekonomi dan kesejahteraan komunitas di seluruh area operasional dan memperoleh imbal balik yang wajar.

Sementara merujuk infomasi dari perusahaan, sampai tahun 2016 lalu telah bekerjasama dan tumbuh berkembang bersama 3.306 petani, dalam skema inti-plasma manajemen satu atap. “Caranya petani secara sukarela berkerjasama dengan kami, dan kami akan lakukan pembinaan budidaya,” kata Direktur Utama PT ANJ Tbk. Istini T Siddharta, kepada InfoSAWIT.

Tidak itu saja perusahaan bahkan telah menyisihkan sebagian lahannya untuk dikelola sebagai lahan konservasi, dengan luas sekitar 41.800 ha atau setara sekitar 26% dari total lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang dikelola PT ANJ Tbk.

Faktanya kendati sekitar 26% digunakan untuk areal kosnervasi, tidak mempengaruhi pendapatan perusahaan. Tercatat pendapatan perusahaan tahun 2016 lalu justru melonjak menjadi US$ 134 juta dibandingkan pendapatan pada 2015 pada periode yang sama. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit