infosawit

Mendorong Perbaikan Tata Kelola Sawit Rakyat



Mendorong Perbaikan Tata Kelola Sawit Rakyat

InfoSAWIT, NUSA DUA - Dikatakan Sekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Rino Afrino, kemitraan antara pelbagai pemangku kepentingan di sektor sawit sangat penting sekali, termasuk dalam kaitannya untuk mengembangkan perkebunan rakyat.

Terlebih tutur Rino, tantangan ke depan yang akan dihadapi para pelaku perkebunan rakyat ialah mengenai cara mengelola kelapa sawit guna mendorong produktivitas perkebunan rakyat. Dijelaskan bahwa dari jumlah total lahan sawit di Indonesia, 52% dimiliki oleh perkebunan besar, 7% milik pemerintah dan sementara sisanya sebesar 41% merupakan perkebunan milik rakyat.

“Trend menunjukkan adanya peningkatan pengelolaan lahan perkebunan rakyat. Salah satunya lahan perkebunan yang dimanfaatkan untuk industri perkebunan kelapa sawit. Dan kita bisa melihat peran penting sawit dalam pengentasan kemiskinan dan pembangunan di wilayah pedesaan,” katanya dalam rilis yang diterima InfoSAWIT, Kamis (2/11/2017).

Namun, perkebunan rakyat bukan berarti tanpa hambatan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan perbaikan, misalnya, masih ditemukannya perkebunan di lahan-lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya, kurangnya penerapan Good Agricultural Practices (GAP), keterlambatan penerapan peremajaan (replanting), dan belum kuatnya kelembagaan petani.

Sebab itu tutur Rino, pentingnya para pekebun rakyat memahami semua hambtan itu, caranya dengan mengikuti pelbagai pelatihan, dimana bisa saja melibatkan pemerintah maupun perusahaan besar. “Pengelolaan perkebunan rakyat yang lebih baik diharapkan dapat memperkokoh posisi strategis industri kelapa sawit, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan,” pungkasnya. (T1)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit