infosawit

Cegah Kebakaran Belajar Dari Pengalaman



Manager Sustainability Asian Agri, Zulbahri
Cegah Kebakaran Belajar Dari Pengalaman

InfoSAWIT, PEKANBARU – Sejatinya, upaya pencegahan kebaran lahandengan melakukan pendampingan di masyarakat telah dilakukan semenjak 2011 lalu. Hanya saja kala itu belum dilakukan secara komprehensif dan masih bersifat sementara. “Kami hanya melakukan kegiatan pencegahan untuk bulan-bulan tertentu saja. Misalnya, di  Februari–Maret dan Juni–Agustus,” kata Manager Sustainability Asian Agri, Zulbahri.

Sayangnya, cara demikian masih kurang efektif dalam mencegah kebakaran lahan dan hutan.  Puncaknya di tahun 2015 lalu – bencana kebakaran besar terjadi disejumlah wilayah. Akhirnya, kata Zulbahri, pihaknya kemudian melakukan upaya pencegahan kebakaran dengan melakukan investigasi, penyediaan fasilitas dan mempersiapkan sumber daya manusia. Pada tahun 2016 perusahaan mengadopsi pengendalian kebakaran lahan dengan menerapkan pencegahan kebakaran lahan berbasis partisipatif masyarakat dengan memunculkan program Desa Bebas Api. “Kami belajar dari pengalaman,” katanya.

Akhirnya, desa-desa rawan kebakaran dipilih disekitar wilayah areal perkebunan milik perusahaan. “Kami melakukan model analisis sesuai Fire Manajemen RAPP. Akhirnya terpilih 7 desa disekitar hak guna usaha (HGU) Asian Agri yang masuk dalam desa rawan kebakaran 7 desa di Riau dan 2 desa di Jambi, dengan luas sekitar 306 ribu ha,” cerita Zul Bahri.  (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit