infosawit

Anak Petani Peserta Beasiswa D1, 60% Terserap Ke Kebun Sawit Rakyat



Dari Kiri: Manager Training Poltek CWE, Ahdiat Lexi Siregar; Ketua Yayasan Poltek CWE, Iskandar Kristantoro; Kepala Divisi Program Pelayanan Direktorat Penyaluran Dana BPDP-KS, Prayuda Muljo; Sekjen Apkasindo, Asmar Arsjad; Direktur Poltek CWE, Nugroho Kristono; Wakil Sekjen Apasindo, Rhino Afriano.
 Anak Petani Peserta Beasiswa D1, 60% Terserap Ke Kebun Sawit Rakyat

InfoSAWIT, BEKASI – Setelah sukses menerapkan program Beasiswa Pendidikan dan Pelatihan Kelapa Sawit Setara Diploma 1 (D1) tahun lalu, kini Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo) dan Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (PKS-CWE),  kembali melakukan program tersebut untuk angkatan ke dua, yang didukung pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS).

Dikatakan Wakil Sekjen Apkasindo Rhino Afriano, untuk angkatan pertama program bwasiswa itu sebanyak 60% terserap diperkebunan kelapa sawit rakyat, sementara sisanya sekitar 40% dari 300 peserta diterima bekerja di perushaaan perkebunan kelapa sawit. “Batch pertama 60% bisa dipakai kita, sekitar 40 persen diterima bekerja di perusahaan seperti GA Group, Astra Agro dan First Resources,” katanya kepada InfoSAWIT, Rabu (8/11/2017) di Bekasi.

Kondisi demikian tentu menjadi kejutan bagi Apksindo, lantaran anak petani bisa untuk diterima diperusahaan perkebunan kelapa sawit besar, kendati sejatinya program ini adalah untuk mengakselerasi peningkatan produktivitas perkebunan sawit rakyat. “Terkadang investasi SDM ini dianggap sebelah mata padahal ini terobosan yang luarbiasa dari BPDP-KS yakni untuk mepercepat produktivitas kebun rakyat,” tandas dia.

Sementara dikatakan Kepala Divisi Program Pelayanan Direktorat Penyaluran Dana BPDP-KS, Prayuda Muljo, dengan terserapnya para peserta program D1 ke perushaan sawit tidak dilarang, justru  kata dia, kondisi ini memberikan kesempatan kepada  para alumni D1 pendidikan dan pelatihak kelapa sawit belajar lebih dalam dari perkebunan kelapa sawit yang dikelola secara GAP. “Sehingga pengetahuan tentang kelapa sawitnya lebih mendalam,” katanya.

Kendati demikian, jika program peremajaan sawit rakyat berjalan dengan baik, maka setidaknya para alumni beasiswa D1 itu bisa kembali untuk bekerja di kebun rakyat. “Kalau bisa ditarik kembali ke kebun rakyat,” tandas dia. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit