infosawit

Selain Sawit PT Austindo Nusantara Jaya Tbk., Kembangkan Sagu, Edamame dan Biogas



Selain Sawit PT Austindo Nusantara Jaya Tbk., Kembangkan Sagu, Edamame dan Biogas

InfoSAWIT, JAKARTA - Selain sawit, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk., juga mengembangkan komoditas sagu dan edamame. Merujuk informasi dari perusahaan, pengembangan sagu sudah dilakukan semenjak tahun 2015 dengan nilai investasi mencapai US$ 46,3 juta.

Tahun 2017 ini, pabrik sagu telah komersial dengan kapasitas mencapai 1.250 ton/bulan dan direncanakan akan dinaikan kapasitasnya menjadi 2.500 ton/bulan. Perseroan menargetkan harga sagu mencapai US$ 407-500/ton. “Di tahun ini kami akan fokus pada pemasaran domestik dan ekspor, termasuk melakukan promosi,” kata Istini kepada InfoSAWIT, belum lama ini.

Pengembangan komoditas sagu PT Austindo Nusantara Jaya Tbk., didukung dengan  telah diperolehnya Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu(IUPHHBK) tahun 2010 lalu untuk lahan seluas 40 ribu ha di Papua Barat.

Sementara untuk pengembangan edamame, dilakukan di Jember, bekerjasama dengan masyarakat. Pihak perseroan berencana membuatn frozen line untuk menunjang pasar ekspor. Total investasi frozen line diperkirakan mencapai  Rp 12,5 milyar dan target jumlah penjualan edamame akan mencapai 1.445 ton.

Untuk pengembangan biogas, telah dilakukan anak usaha PT Austindo Nusantara Jaya Tbk ., PT Austindo Aufwind New Energy, yang telah memulai operasi dengan kapasitas awal 1,2 MW dan kini telah ditingkatkan menjadi 1,8 MW di 2015.

Kata Lucas, hingga saat ini perseroan telah memperoleh Perjanjian Pembelian Daya (Power Purchase Agreement) dengan PLN dengan tarif tetap Rp 975/kwh, “Namun saat ini kami sedang negosiasi dengan PLN terkait pengajuan tarif baru ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sesuai dengan Permen No 12/2017,” tutur Lucas. 

sementara untuk sawit, merujuk informasi dari perusahaan, seiring dengan penambahan luas tertanam dan adanya penambahan areal dengan pohon dewasa, maka secara langsung telah mempengaruhi produksi minyak kelapa sawit perseroan.

Terbukti pada 2016 lalu produksi Tandan Buah Segar (TBS) sawit perseroan mencapai 663 ribu ton, dan di 2017 ditarget mencapai 782 ribu ton. Kondisi ini berdampak positif pada produksi minyak sawit perseroan. Pada tahun 2016 lalu produksi minyak kelapa sawit perseroan mencapai 177 ribu ton, dengan rata-rata rendemen sawit mencapai 21,5%. Di tahun 2017 ini perseroan menargetkan produksi akan naik sekitar 17% menjadi sekitar 213 ribu ton.

Peningkatan produksi ini tutur Lucas, berimbas pada peningkatan pendapatan perseroan, termasuk ditopang dengan meningkatnya harga jual minyak sawit perseroan yang di tahun 2016 harga jual rata-rata minyak sawitnya mencapai US$ 591/ton dan sampai Feb 2017 harga rata-rata minyak sawit perseroan telah mencapai US$ 679/ton. “Dibandingkan tahun lalu harga minyak sawit naik 43%, sedangkan cash cost per ton menurun sebanyak 2,14%,” tandas dia. (T2)

Lebih lengkap baca InfoSAWIT edisi April 2017  


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit