infosawit

Saat Petani Sawit Tak Lagi Mau Menjual Ke Tengkulak



Kepala Desa Sengkaharak, Nion
Saat Petani Sawit Tak Lagi Mau Menjual Ke Tengkulak

InfoSAWIT, SUNGAI MELAYU -  Saat masih bermitra dengan perusahaan sawit Benua Indah Group (BIG), cerita Kepala Desa Sengkaharak, Nion (43) yang berasal dari Desa Batu Tajam, jumlah Kepala Keluarga (KK) di Desa Sengkaharak sebanyak 500 KK, namun paska BIG dinyatakan pailit delapan tahun lalu, secara berangsur banyak masyarakat yang tidak lagi berada di desa tersebut. “Saat ini tinggal sekitar  221 KK,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini.

Kian berkurangnya jumlah KK di desa tersebut bukannya tanpa sebab, kebanyakan petani semakin sulit menjual buah sawitnya kecuali ke para pengepul atau tengkulak. “Harga di tengkulak dengan harga pabrik kan pasti berbeda,” katanya.

Sebab kondisi itu akhirnya banyak warga memilih untuk mencari penghasilan ditempat lain, sehingga banyak masyarakat yang kemudian pindah desa atau kembali ke desa asalnya.

Saat ada kabar aset eks BIG diambil alih Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group, pihaknya menyambut baik, terlebih dibangunkan juga pabrik kelapa sawit, hasilnya jarak tempuh pengiriman buah sawit jadi lebih pendek, bila sebelumnya pengiriman pabrik terdekat hanya satu rit dalam sehari. “Maka pengiriman buah sawit ke pabrik Bukit Belaban Jaya Mill ini bisa sampai tiga rit,” katanya.

Lantas, lantaran rata-rata usia perkebunan kelapa sawit milik masyarakat juga sudah masuk masa peremajaan, tatkala ada tawaran untuk melakukan peremajaan sawit, tutur Nion, pihaknya langsung menerima, apalagi dalam proses peremajaan sawit ini berdampak pada perekonomian warga. “Beberapa warga sudah dapat pekerjaan, tidak lagi kerja serabutan,” tandas dia. (T2)

Lebih lengkap baca InfoSAWIT Edisi Oktober 2017

Baca juga di,  http://www.palmoilmagazine.com


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit