infosawit

Top 5 Provinsi Produsen Minyak Sawit di Indonesia



Top 5 Provinsi Produsen Minyak Sawit di Indonesia

InfoSAWIT, JAKARTA - sebagai produsen minyak sawit mentah (cpo) terbesar di dunia. indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit nasional. keberadaan pertumbuhan perkebunan kelapa sawit nasional, memang menjadi daya tarik tersendiri akan hadirnya daerah provinsi yang memiliki kontribusi besar bagi produksi cpo nasional.

Berdasarkan data Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian RI tahun 20016, keberhasilan pembangunan perkebunan kelapa sawit nasional, berasal dari berhasilnya pembangunan perkebunan kelapa sawit yang dilakukan di berbagai provinsi. Begitu pula dengan hasil produksi yang dihasilkan, sejalan dengan perkebunan kelapa sawit yang berhasil dikembangkan.

Tahun 2015 lalu, luas perkebunan kelapa sawit nasional sebesar 11,3 juta hektar, direpresentasikan melalui keberadaan perkebunan kelapa sawit pada 5 Provinsi di Indonesia. Keberadaan Pulau Sumatera sebagai wilayah terbesar perkebunan dan produksi CPO nasional, turut menyumbangkan keberadaan Provinsi Riau, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan sebagai bagiannya.

Selanjutnya, Pulau Kalimantan juga turut berkontribusi melalui Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Kelebihan yang dimiliki Kalimantan, sejatinya mampu lebih mengembangkan keberadaan perkebunan kelapa sawit didaerahnya. Lantaran luas lahan yang dimiliki masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan dibandingkan Pulau Sumatera.

Kelima provinsi yang disebutkan diatas, memiliki kontribusi sebesar 64% dari luas lahan perkebunan kelapa sawit yang berada di Indonesia. Keberadaan perkebunan kelapa sawit ini, mampu berkontribusi sebesar 71% terhadap produksi CPO nasional.

Pertama, Provinsi Riau, memiliki keunikan besar sebagai perkebunan kelapa sawit terbesar yang dimiliki oleh rakyat. Keberadaannya, seluas 1,44 juta hektar perkebunan kelapa sawit dimiliki oleh Perkebunan Rakyat (PR). Kontribusi yang mampu diberikan terhadap produksi CPO tahun 2015 sebesar 3,85 juta ton. Kondisi ini, merupakan prestasi yang mumpuni dan membanggakan, lantaran rakyat mampu berdaulat terhadap kepemilikan lahan di daerahnya sendiri.

Provinsi Riau juga memiliki Perkebunan Besar Swasta (PBS) seluas 931.662 hektar, dengan produksi CPO mencapai 3,59 juta ton. Keberadaan PBS di Provinsi Riau, secara nyata turut mendukung kokohnya keberadaan perkebunan kelapa sawit yang sebagian besar dimiliki masyarakat Riau.

Dengan memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 2,46 juta hektar, Provinsi Riau mampu menyuplai produksi CPO nasional sebesar 7,27 juta ton.

Kedua, Provinsi Sumatera Utara, yang memiliki cikal bakal perkebunan kelapa sawit sejak jaman penjajahan Belanda. Keberadaan Perkebunan Besar Swasta (PBS) mampu memperkuat perkebunan kelapa sawit seluas 721.771 hektar, dengan produksi CPO sebesar 5,31 juta ton.

Perkebunan kelapa sawit milik rakyat, juga turut memperkuat seluas 418.075 hektar, dimana produksi CPO yang dihasilkan sebesar 1,20 juta ton.  Selanjutnya, produksi sebesar 1,11 juta ton juga mampu dihasilkan PBN dengan lahan perkebunan kelapa sawit  seluas 326.574 hektar.

Keindahan pulau Sumatera juga dapat dilihat melalui salah satu provinsi yang berada didalamnya. Seperti provinsi Sumatera Utara yang keindahan perkebunan kelapa sawitnya dapat dinikmati melalui pemandangan udara. Sejak berpindahnya bandara ke daerah Kuala Namu, hampir setiap saat pemandangan sawit indah nan hijau berseri dapat dinikmati, ketika duduk di kursi pesawat.

Provinsi Sumatera Utara, menjadi pionir dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit nasional, pertumbuhan perkebunan kelapa sawit di Sumut, kerap menjadi contoh bagi pengembangan di daerah lainnya. Sebagai cikal bakal lahirnya perkebunan kelapa sawit nasional, Sumatera Utara memang memiliki historikal tersendiri dalam pengembangannya.

Ketiga, Provinsi Kalimantan Tengah, yang memiliki kekuatan dari PBS seluas 1,07 juta hektar. Dengan total luas lahan sebesar 1,21 juta hektar yang dimiliki. Pengembangan perkebunan kelapa sawit di Provinsi ini, menjadi kokoh dibangun oleh perusahaan swasta. Berbanding terbalik dengan Provinsi Riau yang berasal dari PR.

Kendati memiliki kondisi terbalik dengan Provinsi Riau, dimana perkebunan kelapa sawit milik rakyat hanya seluas 143.058 hektar, tetapi mampu menghasilkan produksi CPO sebesar 235.921 ton. Diperkuat dengan PBN seluas 725 hektar yang menghasilkan CPO sebesar 395 ton pada tahun lalu.

Keempat, Provinsi Sumatera Selatan, memiliki kekuatan berimbang PR & PBS, dengan total luas 1,06 juta hektar. Kekuatan perkebunan rakyat dan perkebunan swasta dalam membangun perkebunan kelapa sawit di wilayahnya memiliki kekuatan sama besar, sehingga memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kesejahteraan didaerahnya. (T1)

Lebih lengkap baca InfoSAWIT edisi Januari 2017


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit