infosawit

Industri Turunan Sawit, oleokimia di India Tumbuh Akibat Dua Faktor



 Industri Turunan Sawit, oleokimia  di  India Tumbuh Akibat Dua Faktor

InfoSAWIT, JAKARTA - Industri oleokimia merupakan industri turunan minyak saiwt pertama yang menggunakan produk samping industri refineri sebagai bahan bakunya. Dengan menggunakan Stearin dan PFAD, maka industri oleokimia India mulai mengembangkan sayap bisnisnya.

Keberadaan industri turunan sawit, oleokimia di India bertumbuh untuk memenuhi kebutuhan konsumsi domestik dan kebutuhan ekspor ke beberapa negara. Sebab itu, industri oleokimia India menghasilkan berbagai produk yang di inginkan pasar domestik dan ekspor, dari produk fatty acids, fatty alcohols hingga gliserin.

Salah satunya adalah perusahaan Galaxy Surfactants, Ltd., dengan memiliki kapasitas terpasang sebesar 300 ribu MTPA, industri oleokimia ini memasok kebutuhan konsumsi pasar domestik India, dan selebihnya kebutuhan konsumsi pasar ekspor ke berbagai negara.

Industri oleokimia dari India ini, Galaxy Surfactant, Ltd, menjadi pertanda keberadaan industrinya yang tetap tumbuh hingga dewasa ini. Menurut Executive Direktur & Chief Operating Officer Galaxy Surfactants Ltd., K.K Natarajan mengungkapkan keberadaan industri oleokimia global yang terus berkembang. Menurutnya, produk turunan minyak sawit masih digemari masyarakat global.

Berkembangnya industri oleokimia di India, menurut Natarajan didorong dua faktor utama yaitu pertama, tingginya kebutuhan konsumsi masyarakat India akan minyak makanan dan kedua, faktor kebutuhan konsumsi masyarakat global akan produk turunannya. Minyak sawit mentah (CPO) merupakan minyak nabati yang paling digemari pasar India.

Kebutuhan konsumsi konsumen India, berasal dari kebutuhan bahan baku untuk minyak makanan masyarakat India yang sangat membutuhkan minyak goreng, margarine dan specialty fats untuk mengolah makanan. Sebab itu, tingginya permintaan pasar akan CPO dari India menjadi gambaran akan penggunaan minyak sawit di pasar global.

Biasanya, pasar India lebih menyukai impor CPO, dimana pada umumnya akan diolah menjadi minyak goreng oleh industri refineri atau pabrik minyak goreng sesuai kebutuhannya. Pasalnya, minyak goreng dari CPO merupakan produk “halal” yang paling sehat dan efisien bagi konsumsi masyarakat India. Sebab itu, kebutuhan pasar India akan CPO sangatlah besar, mengingat jumlah penduduk India yang juga besar.

“Produk turunan CPO yang kami olah, memiliki peluang pasar yang besar, baik didalam negeri maupun luar negeri,” kata Natarajan menjelaskan, lebih lanjut,”Peluang pasar luar negeri juga sangat menjanjikan”.

Sebab itu, menurut dia, industri turunan minyak nabati di India, sangat membutuhkan pasokan CPO dari luar negeri terutama Indonesia dan Malaysia. Kendati sering terjadi fluktuasi harga CPO, namun menurut dia, merupakan bagian dari resiko bisnis yang harus dijalani. “Satu hal terpenting di bisnis kami, supaya impor CPO dapat terus dilakukan India, sehingga kami juga dapat bahan baku untuk operasi industri kami,” ujarnya menegaskan kepada InfoSAWIT, belum lama ini.

Pentingnya keberadaan minyak sawit berkelanjutan seperti sertifikasi RSPO, merupakan bagian dari permintaan konsumen yang peduli akan sosial dan lingkungan. Imbuhnya, serapan pasar akan CSPO berasal dari negara-negara yang terbilang maju dan menyaratkan adanya tanggung jawab kepada produsen CPO dan produk turunannya, untuk menggunakan bahan baku yang berkelanjutan.

Tentunya, keberadaan minyak sawit berkelanjutan memiliki masa depan cerah, bila ditinjau dari keberadaan produksi CSPO yang kian bertambah. Di sisi lain, adanya komitmen dari industri turunan yang beroperasi di beberapa negara, yang akan segera menggunakan bahan baku hanya CSPO dalam waktu beberapa tahun mendatang.

Secara waktu, adanya komitmen penggunaan CSPO sebagai bahan baku industri turunan sebesar 100%, dapat dilihat dari komitmen timebond plan yang direncanakan hingga tahun 2020. Besarnya minat para konsumen CSPO yang berasal dari industri ini, tentu saja akan memiliki kemampuan besar menggerakkan roda ekonomi dunia. Sehingga, keberadaan CSPO dapat menjadi norma bersama di seluruh dunia, termasuk India. (T1)

Lebih lengkap baca InfoSAWIT edisi Januari 2017


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit