infosawit

Pekan Diplomasi Iklim Digelar, Dorong Pembangunan Berkelanjutan



Pekan Diplomasi Iklim Digelar, Dorong Pembangunan Berkelanjutan

InfoSAWIT, JAKARTA - Mulai dari tanggal 26 sampai dengan 30 November, Uni Eropa (UE) bersama dengan Negara-negara Anggota termasuk Perancis, Jerman, Italia, Swedia, dan Inggris, merayakan Pekan Diplomasi Iklim.

Menindaklanjuti Konferensi Iklim PBB yang baru saja diselenggarakan di Bonn (COP 23) dan menyambut COP 24 di Polandia tahun depan, Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa di Indonesia mempromosikan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Tujuan dari Pekan Diplomasi Iklim adalah mengkomunikasikan dan menunjukkan kepada masyarakat Indonesia aksi terkait perubahan iklim yang menekankan keterkaitannya dengan “Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” seperti, antara lain, green finance, energi yang dapat diperbaharui, penggunaan lahan yang berkelanjutan, pengentasan kemiskinan dan transportasi yang ramah lingkungan.

Pekan Diplomasi Iklim akan menyajikan serangkaian acara tematik di Jakarta, termasuk beberapa konferensi, serta perayaan seperti pemutaran film dan acara bersepeda bersama.

“Lewat beragam acara yang diselenggarakan selama Pekan Diplomasi Iklim, Uni Eropa dan Negara-negara Anggota Uni Eropa ingin meningkatkan kesadaran tentang perubahan iklim dan merayakan tekad bersama untuk melaksnakan Perjanjian Paris yang historis. Mari kita bekerja sama dalam melaksanakan visi 2050 untuk mencapai kemakmuran bersama dan netralitas karbon, sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Paris. Mari kita pikirkan kondisi kita pada tahun 2040 dan 2030, dan mempertimbangkan keputusan kita hari ini dengan menggunakan perspektif masa depan,” kata Duta Besar Uni Eropa Vincent Guérend dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Minggu (26/11/2017).

Komitmen pembangunan hijau ini juga ditunjukan Swedia yang kabarnya akan menerapkan sebagai negara yang bebas energy berbasis fosil. Dikatakan Duta Besar Swedia Johanna Brismar Skoog, pihaknya telah berkomitmen untuk melawan perubahan iklim dan telah memulai rencananya untuk menjadi salah satu negara pertama di dunia yang bebas fosil. Sebuah kehormatan bagi Swedia dapat mengambil bagian secara aktif dalam Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa. “Kami juga menyebarluaskan praktik terbaik dan pengalaman kami melalui #GlocalClimateChallenge dan #ClimaDiplo di media social,” katanya.

Sementara tutur Duta Besar Jerman, Michael Freiherr von Ungern-Sternberg, kegiatan ini untuk mempercepat secara bersama-sama guna mewujudkan janji bersama dalam COP23 yang diselenggarakan dengan baik oleh Fiji di Bonn, Jerman. “Semangat dari terobosan di Paris terus hidup selama konferensi ini. Sekarang, penting bagi kita untuk tetap ambisius dan bekerja untuk membuahkan hasil,” kata Duta Besar Jerman, Michael Freiherr von Ungern-Sternberg. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit