infosawit

Kembangkan Sawit, BGA Group Komitmen Genjot Ekonomi Masyarakat



Penandantangan kerjasama kemitraan BGA dengan masyarakat, disaksikan Bupati Ketapang, Martin Rantan.
Kembangkan Sawit, BGA Group Komitmen Genjot Ekonomi Masyarakat

InfoSAWIT, SUNGAI MELAYU - Dikatakan Deputy Chief Strategic Officer BGA Group, Priyanto Puji Sulistyo, pabrik kelapa sawit  (PKS)yang baru saja rampung dibangun dan siap beroperasi itu merupakan pabrik yang ke 14 bagi BGA Group. Kedepan, rencananya akan ada pembangunan PKS di wilayah operasional PT ISL ini.

Sebagai wujud komitmen yang tinggi untuk peningkatan ekonomi masyarakat di empat (4) kecamatan tersebut, tutur Priyanto, BGA Group berupaya untuk mewujudkan mimpi masyarakat supaya bisa menjual buah sawit ke pabrik kelapa sawit terdekat, tidak lagi menjual ke para tengkulak, pengepul atau pengijon.

Bila saja menjual buah sawit langsung ke pabrik hasilnya pendapatan petani sawit bisa menjadi lebih baik, sudah bisa diduga kondisi ekonomi  petani pun akan terkerek melonjak.

Rupanya, tidak hanya sebatas membangunkan pabrik kelapa sawit, jalur akses transportasi sepanjang 20 km di wilayah tersebut pun diperbaiki pihak perusahaan, dengan harapan tidak ada kendala dalam proses pengiriman buah ke lokasi pabrik.

Diakui Priyanto, singkatnya pembangunan pabrik yang hanya butuh waktu 10 bulan, menjadi komitmen perusahaan untuk bisa segara menampung buah sawit dari masyarakat. “Kami berupaya untuk segera menyudahi masa sulit masyarakat di sekitar wilayah ini,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini.

Komitmen itu nampak tidak main-main, terlebih setelah memenangi proses lelang atas aset Benua Indah Group (BIG), proses pengembangan sawit di wilayah tersebut tidak mudah ditempuh bagi pihak perusahaan. Lantaran masih banyaknya lahan perkebunan inti yang dikelola masyarakat dan adanya tumpang tindih perijinan. “Padahal kami sudah mengeluarkan investasi sekitar ratusan miliar rupiah untuk memperolah aset BIG,” katanya.

Priyanto pun mengingatkan kepada masyarakat untuk mendukung penuh pabrik kelapa sawit yang baru beroperasi ini dengan mensuplai buah sawit secara berkesinambungan. Apalagi pihak perusahaan berjanji akan melakukan pendampingan masalah budidaya dan melakukan penguatan kelembagaan petani. “BGA akan bersama petani untuk berupaya mengembangkan ekonomi disini,” katanya.

Sementara dikatakan Bupati Ketapang, Martin Rantan, pembangunan pabrik ini bukannya ditempuh dengan jalan yang mudah, lantaran sebelumnya aset yang saat ini dikelola BGA Group lewat anak usahanya PT Inti Sawit Lestari (ISL) adalah milik eks BIG yang mengalami pailit pada delapan tahun lalu. Bertujuan untuk menyelamatkan aset negara – lantaran pengembangan kebun sawit eks BIG menggunakan uang Bapindo sebelum dilebur dengan bank pemerintah lainnya menjadi Bank Mandiri - maka direkomendasikan untuk dilakukan lelang.

Akhirnya pemenang lelang adalah BGA group, dan saat ini pabrik yang sebelumnya berupa tegakan besi berkarat, telah kembali disulap menjadi pabrik yang siap menampung buah sawit dari masyarakat.

Martin Rantan pun berharap, dengan beroperasinya pabrik Bukit Belaban Jaya Mill ini masyarakat bisa mendukung sepenuhnya dengan mengirimkan buah sawitnya ke pabrik tersebut, serta segera menuntaskan beberapa lahan perkebunan inti yang masih dikelola masyarakat. (T2)

Lebih Lengkap baca InfoSAWIT edisi Oktober 2017

Baca juga: htpp://www.palmoilmagazine.com


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit