infosawit

KEK Sei Mangeki Sampai 2017, Serap Investasi Rp 10,5 triliun



KEK Sei Mangeki Sampai 2017, Serap Investasi Rp 10,5 triliun

InfoSAWIT, SEI MANGKEI – Merujuk informasi dari Kementerian Perekonomian (Kemenko), sampai akhir 2017, KEK Sei Mangkei menyerap Investasi Rp 10,5 trilliun. Di KEK Sei Mangkei, Menko Perekonomian Darmin Nasution yang juga menjabat Ketua Dewan Nasional KEK menyaksikan beberapa kesepakatan dan perjanjian kerjasama tersebut diantaranya:

1.          Perjanjian Kerjasama Penyaluran Gas Bumi PTPN III dengan Pertagas (Dirut PTPN III & Dirut Pertagas).

2.         Perjanjian Jual Beli Gas antara PTPN III dengan Pertagas Niaga (Direktur Pelaksana PTPN III & Dirut Pertagas Niaga).

3.         Perjanjian Kerjasama Pemanfatan Dry Port antara PTPN III dengan PT KALOG (Direktur Pelaksana PTPN III & Dirut PT KALOG).

4.         Perjanjian Sewa Lahan antara PTPN III dengan PT Alternatif Protein Indonesia (Direktur Pelaksana PTPN III & Dirut PT API).

5.         MoU antara PTPN III dengan PT All Cosmos Indonesia (Direktur Pelaksana PTPN III & Dirut PT All Cosmos Indonesia).

Sementara dikatakan Sekretaris Dewan Nasional KEK , Enoh Suharto Pranoto, saat ini KEK Sei Mangkei telah mengakomodir kegiatan investasi cukup signifikan. Termasuk komitmen investasi, diharapkan pada tahun 2018, investasi yang diserap dapat mencapai mencapai Rp 15-16 tilliun.

Infrastruktur konektivitas wilayah seperti Pelabuhan Hub Internasional Kuala Tanjung, Jalur Kereta  Api,  jalan Tol dan Bandara Internasional Kualanamu memperkuat akses konektifitas wilayah dari dan ke KEK Sei Mangkei. Akan sangat mudah investor mengakses pasar melalui investasi di KEK Sei Mangkei dan kawasan industri lain di Sumatera Utara ini.

Kawasan Ekonomi Khusus dan kawasan industri lain juga bertumbuh di sepanjang pesisir pantai timur Sumatera. Di Aceh, juga akan segera beroperasi KEK Lhokseumawe, yang berbasiskan aktifitas ekonomi refinery, petrokimia.

Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Wahyu Utomo menambahkan bahwa Pelabuhan Kuala Tanjung diharapkan dapat segera beroperasi pada kwartal pertama tahun 2018.

Lebh lanjut kata Wahyu Utomo, loading aktifitas ekonomi KEK Sei Mangkei, beroperasinya pelabuhan Kuala Tanjung sangat vital. Beroperasinya pelabuhan ini juga sangat penting untuk menarik investasi ke KEK Sei Mangkei, karena kemudahan kegiatan industri mengakses pelabuhan.

Dalam jangka panjang sampai 2025, pelabuhan Kuala Tanjung yang dikelola oleh Pelindo 1 ini dirancang untuk mengakomodir logistik peti kemas sampai 20 juta teus. “Dengan peran dan volume sebesar itu, intermoda transportasi (Kereta api, jalan, pelabuhan dan bandara) terintegrasi bagi Pelabuhan Kuala Tanjung adalah mutlak” tandas Wahyu Utomo, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Senin (27/11/2017). (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit