infosawit

RSPO RT15 Fokus Pada Peninjauan P&C Dan Strategi untuk Pekebun Kecil



Chief Executive Officer (CEO) RSPO, Darrel Webber Memberikan Opening Speech pada Acara Tahunan Roundtable on Sustainable Palm Oil di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali
RSPO RT15 Fokus Pada Peninjauan P&C Dan Strategi untuk Pekebun Kecil

InfoSAWIT, NUSA DUA – Di tahun ini kegiatan meja bundar RSPO (RT) yang ke 15 menjadi sangat penting, lantaran alah satu agenda nya dalah melakukan peninjuan ulang Prinsip dan Kriteria (P&C) RSPO, yang merupakan dasar bagi anggota utamanya dari perkebunan kelapa sawit dalam menerapkan praktik berkelanjutan versi RSPO

Chief Executive Officer RSPO, Datuk Darrel Webber mengatakan, pada saat peninjauan Prinsip dan Kriteria (P&C) RSPO dilakukan, harus mempertimbangkan berbagai perspektif dan segala kemungkinan yang ada, memperhitungkan beragam kondisi pasar dan kelompok pemangku kepentingan, terutama pihak-pihak yang memiliki keterbatasan. “Proses ini harus memberdayakan para pemangku kepentingan untuk menemukan solusi lokal bagi isu-isu lokal, yang dijalankan dalam kerangka kerja internasional,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Rabu (29/11/2017).

Konferensi ini juga menjadi wadah bagi RSPO untuk mengumumkan pengesahan Strategi Pekebun Kecil RSPO (RSPO Smallholder Strategy), yang bertujuan untuk memberdayakan pekebun kecil dalam mencapai kesejahteraan yang lebih baik dan berkelanjutan. Menyadari berbagai tantangan yang dihadapi oleh banyak pekebun kecil, RSPO telah membentuk beberapa struktur termasuk kelompok kerja, pendanaan, dan pendekatan lainnya yang secara khusus menangani masalah pekebun kecil.

Sejalan dengan tema RT15, RSPO juga menyoroti sejumlah pencapaian dari Laporan Dampak (Impact Report) terakhir RSPO yang diluncurkan pada konferensi ini, diantaranya kawasan Nilai Konservasi Tinggi (HCV) seluas 189.777 hektar telah teridentifikasi dan dikelola oleh anggota RSPO, area yang setara dengan 250.000 lapangan sepak bola. Jumlah ini meningkat 21% sejak periode pelaporan terakhir. Selain itu, beberapa tren penting muncul di tingkat regional termasuk di Afrika, di mana area HCV yang teridentifikasi meningkat seluas 13.405 hektar. Wilayah Asia Pasifik juga mengalami peningkatan yang signifikan untuk wilayah HCV yang teridentifikasi, dengan Malaysia mencatat peningkatan 8.399 hektar, didukung dari peningkatan 5.864 hektar di kawasan lainnya (tidak termasuk Indonesia).

"Kami telah membuat kemajuan yang signifikan dalam setahun terakhir, dengan total perkebunan bersertifikasi RSPO yang mencakup 3,2 juta hektar di 16 negara, meningkat 14% sejak periode pelaporan terakhir. Namun, RSPO perlu untuk terus bekerja sama dengan mitra kami, terutama di daerah berkembang untuk memberikan perubahan yang paling berdampak di lapangan; yaitu dimana kelapa sawit, lingkungan, dan masyarakat lokal dapat hidup berdampingan secara harmonis," tambah Webber.

Jumlah keanggotaan RSPO mengalami peningkatan yang signifikan di seluruh dunia, di mana China dan Amerika Utara mencatat kenaikan masing-masing 30% dan 62%. Laporan dampak terakhir juga menyoroti peningkatan jumlah pekebun kecil RSPO menjadi 139.123 dari 109.415, dengan lahan pekebun kecil bersertifikat meningkat menjadi 333.345 hektar dari 257.649 hektar pada periode laporan sebelumnya. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit