infosawit

Mendongkrak Nilai Tambah Poduk Turunan Minyak Sawit



Mendongkrak Nilai Tambah Poduk Turunan Minyak Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Kebangkitan industri oleokimia nasional kembali berkibar, paska turunnya harga komoditas termasuk minyak sawit akhir-akhir ini. Beberapa waktu lalu, bertempat di Dumai, Riau beroperasinya pabrik oleokimia baru memberikan sinyal positif bagi tumbuhnya industri hilir minyak sawit nasional. Pabrik baru oleokimia ini,akan menghasilkan produk fatty alcohol dengan  kapasitas terpasang sebesar 160 ribu ton per tahun.

Industri oleokimia baru yang berlokasi di Kota Dumai ini, merupakan hasil kerjasama Sinar Mas dengan CEPSA. Sinar Mas merupakan produsen minyak sawit terbesar di Indonesia sedangkan CEPSA merupakan industri berbasis petroleum yang berasal dari Negara Spanyol, yang memiliki banyak pengalaman dalam perdagangan internasional akan produk turunan petroleum.

Dengan bergabungnya dua kekuatan besar itu, maka bisa dipastikan, minyak sawit tidak lagi menjadi bahan baku alternatif bagi pengembangan industri turunan petroleum. Setidaknya, bagi CEPSA, minyak sawit akan menjadi bahan baku utama untuk memproduksi berbagai produk turunannya, yang memiliki keunggulan utama akan produk terbarukan dan ramah lingkungan.

Pentingnya kerjasama strategis ini, juga mengikat secara penuh akan kontribusi bahan baku yang sepenuhnya akan disuplai dari perkebunan kelapa sawit milik Grup Sinar Mas. Sebaliknya, ketersediaan pasar akan produk fatty alcohol yang dihasilkan nantinya, akan dipasarkan secara luas oleh CEPSA, dengan fokus utama pemasaran produk kepada pasar Asia dan Uni Eropa.

Pabrik fatty alcohol yang berlokasi di Dumai ini, juga menggambarkan keseimbangan sejak awal. Dimana komposisi saham yang terbentuk juga terbagi menjadi dua sama besar alias 50:50. Dengan dana awal investasi yang telah dikucurkan untuk pembangunan pabrik fatty alcohol baru sebesar 300 juta Euro (sekitar Rp 4,77 Triliun).

Besarnya nilai investasi yang digunakan untuk membangun pabrik fatty alcohol baru ini, juga menggunakan teknologi yang terbilang masih baru dari Lurgi. Dimana, produksi fatty alcohol yang dilakukan akan memiliki produk samping berupa fatty acids dan gliserin. Secara umum, komposisi utama produksi yang akan dihasilkan berupa fatty alcohols sebesar 60%, fatty acids sebesar 20% dan gliserin sebesar 20%.

Kerjasama Sinar Mas CEPSA yang terbangun dari aliansi dua kekuatan baru ini, bisa digambarkan melalui kerja berkelanjutan hingga menghasilkan produk konsumsi. Dengan beroperasinya pabrik baru ini, maka Indonesia akan memiliki kekuatan tambahan baru industri oleokimia akan produk fatty alcohol. Tentunya, pabrik yang menghasilkan fatty alcohol ini, juga akan berorientasi pasar ekspor. 

Semisal, dengan menghasilkan fatty alcohol, maka produk bahan baku bagi industri surfactan ini, memiliki potensi besar di pasar global. Peranan CEPSA akan jaringan pasar global memang tak boleh diragukan lagi. Lantaran hingga dewasa ini, CEPSA merupakan perusahaan asal Spanyol yang menguasai pasokan LAB (Linier Alkien Benzine) di pasar global.

Adanya perubahan tren permintaan akan surfactan yang berbahan baku terbarukan dan ramah lingkungan dari konsumen global, menjadi pemicu utama bagi CEPSA untuk turut menyediakan pasokan bahan baku industri surfactan yang memenuhi tuntutan tersebut. Sebab itu, dengan memiliki industri fatty alcohol maka dapat digunakan sebagai bahan baku LAS (Linier Alkien Sulphonats) yang merupakan bahan baku utama bagi Surfactan.

Tentunya, lini usaha surfactan yang hingga kini masih dikuasai CEPSA, akan lebih mudah bagi pemasaran LAS yang akan dihasilkan nantinya. Pasalnya, keberadaan industri surfactan pada umumnya, hingga dewasa ini, masih dikembangkan berbasis bahan baku LAB dan LAS.

Tentunya, keuntungan Indonesia kembali bertambah dengan adanya industri oleokimia baru ini. Pasalnya, dengan memiliki industri oleokimia baru ini, maka ekspor bahan baku mentah atau minyak sawit mentah (CPO) ke luar negeri akan kembali berkurang. Sebaliknya, ekspor produk turunan CPO akan semakin bertambah.

Artinya, devisa negara akan kembali bertambah dari hasil penjualan produk turunan CPO, dimana nilai tambah dari produk turunan CPO memberikan keuntungan besar bagi masa depan minyak sawit nasional. (Editorial)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit