infosawit

Komisi IV DPR: Resolusi Sawit, Cara Eropa Tusuk Indonesia dari Belakang



Komisi IV DPR: Resolusi Sawit, Cara Eropa Tusuk Indonesia dari Belakang

InfoSAWIT, JAKARTA - Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo mengritik langkah ratifikasi resolusi kelapa sawit yang dilakukan oleh parlemen Uni Eropa, dan mengatakan itu bisa dianggap sebagai sebuah pengkhianatan terhadap bangsa Indonesia.

"Seperti sahabat yang ditelikung dari belakang oleh sahabatnya sendiri. Bagaimana tidak, Indonesia merupakan mitra, sahabat dalam berbagai kerja sama bilateral dan unilateral sejak awal Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri," kata Edhy Prabowo dalam rilis yang diterima, Kamis (7/11/2017).

Dia menegaskan, resolusi sawit tersebut merupakan isu kampaye hitam yang dilancarkan kepada Indonesia yang merupakan pengeskpor komoditas sawit terbesar di Eropa.

Menurut politisi Partai Gerindra ini, kondisi itu tentu saja sangat merugikan produksi sawit Indonesia yang di dalamnya banyak terdapat petani kecil.

Edhy juga menegaskan bahwa kampanye hitam itu adalah persaingan bisnis agar sawit tidak dimasukkan sebagai bahan baku program biodiesel pada tahun 2020 mendatang, sehingga hal tersebut juga dinilai melanggar konsep perdagangan yang adil yang selama ini dianut Uni Eropa.

Sebelumnya lemaga nirlaba, Greenpeace menganggap pelaku sawit tidak secara sungguh-sungguh untuk menghentikan perusakan hutan. "Industri minyak sawit masih merusak dan laporan kami menunjukkan para pedagang tidak mempunyai rencana untuk memperbaikinya," kata Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Bagus Kusuma, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Menurut dia, Greenpeace International telah mengeluarkan laporan terbaru yang mengungkapkan bahwa para pemasok ke sejumlah merek di dunia masih belum dapat menjamin sawit mereka bebas dari deforestasi.

Ia juga berpendapat bahwa tak satu pun dari perusahaan tersebut bisa membuktikan tidak ada deforestasi dalam rantai pasok minyak sawit mereka, dan menyatakan industri minyak sawit penyebab utama deforestasi. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit