infosawit

PT Kayung Agro Lestari, Padukan Sawit Dengan Alam



PT Kayung Agro Lestari, Padukan Sawit Dengan Alam

InfoSAWIT, JAKARTA - Sebagai bentuk komitmen tinggi terhadap lingkungan PT Kayung Agro Lestari, anak usaha PT Austindo Nusantara Jaya (ANJ) Tbk., menyisihkan sebagian areal konsesinya untuk areal bernilai konservasi tinggi, termasuk membuat rumah bagi orangutan. Cara demikian ibarat memadukan pengembangan sawit dengan alam.

Berjarak sekitar 70 km dari pusat kota Kabupatan Ketapang, konsesi  PT Kayung Agro Lestari (KAL) berada, tepatnya berlokasi di Kecamatan Matan Hilir Utara, Ketapang, Kalimantan Barat. Lokasi perkebunan kelapa sawit anak usaha PT Austindo Nusantara Jaya (ANJ) Tbk., tersebut cukup mudah dijangkau, dengan kendaraan roda empat memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Relatif nyaman untuk menuju ke lokasi kendati masih ada sedikit infrastruktur jalan yang sudah lapuk dimakan kendaraan.

Merujuk informasi dari perusahaan, perkebunan kelapa sawit PT KAL, merupakan hasil akuisisi ijin lokasi yang dilakukan PT ANJ Tbk tahun 2009 lalu, di tahun yang sama persiapan pembukaan lahan pun dikerjakan, sementara penanaman pohon kelapa sawit baru dilakukan pada 2010.

Secara kasat mata memang tidak ada yang berbeda dengan perkebunan kelapa sawit lainnya, hanya saja bila masuk lebih ke dalam areal perkebunan kelapa sawit milik PT KAL, maka akan didapatkan sesuatu yang tidak biasa.

Akan sangat nampak jika melihatnya dari bukit Kelampai Tunggal, salah satu bukit tertinggi di tengah kebun yang sengaja tidak ditanami pohon sawit. PT KAL justru membangun pondok semacam saung ditempat tersebut, selain sebagai tempat istirahat yang nyaman juga sekaligus berfungsi sebagai menara pemantau api.

Dari bukit itulah akan nampak dibeberapa titik lokasi perkebunan terdapat areal perbukitan yang dibiarkan apa adanya, bahkan ada pula yang berlokasi di tengah kebun yang dijadikan areal bernilai konservas tinggi (NKT), kendati tidak seluruh bukit nampak dari tempat tersebut, akibat terbatasnya jarak pandang.

PT KAL sendiri memiliki areal seluas sekitar 17,9 ribu ha, yang didalamnya ada areal konservasi seluas 3.844 ha, lahan perkebunan inti sebanyak 9.816 ha, kebun kemitraan sekitar 2.830 ha dan areal enklave seluas 1.330 ha. 

Dikatakan Senior Estate Manager PT KAL, Ridwan Damanik, tidak dikelolanya beberapa titik lokasi tersebut menjadi perkebunan kelapa sawit berdasarkan kesepakatan dengan suku Dayak Tolak Sekayo, berasal dari desa Laman Satong, Desa Laman Kepayang dan Desa Nekdoyan. “Enklave beberapa bukit itu sebagai upaya menjaga kearifan lokal dan budaya setempat, termasuk ada juga untuk menjaga pemakaman keramat dari suku dayak tersebut,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Matan Hilir Utara. (T2)

 

Lebih lengkap baca InfoSAWIT edisi Oktober 2017


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit